| Senin, 27 Juni 2005 | RAGAM |
Kolesterol, Penentu Umur PanjangSEJAK berabad-abad manusia terus berusaha menyingkap rahasia umur panjang. Cukup banyak kisah misteri atau cerita tahayul dikaitkan dengan tema umur panjang tersebut. Beberapa dekade belakangan seiring dengan semakin majunya penelitian genetika para ahli ibaratnya menemukan salah satu kepingan gambar puzzle yang dapat menerangkan rahasia umur panjang. Diduga, ada gen yang bertanggung jawab atas umur panjang pada kelompok atau suku tertentu. Para ahli rekayasa genetika mengindikasikan, salah satu kunci umur panjang adalah adanya gen tertentu yang mengalami mutasi. Yang dimaksud adalah gen yang memicu produksi lipoprotein. Baik yang densitasnya tinggi (HDL) maupun yang densitasnya rendah (LDL), sehingga molekul yang diproduksi berukuran lebih besar dari normal. Dalam dunia kedokteran, HDL dijuluki kolesterol yang baik dan LDL sebagai kolesterol yang jahat. Jika gen bersangkutan memproduksi lipoprotein lebih besar dari normal, orangnya menjadi lebih sehat dan berumur lebih panjang. Gen yang memiliki korelasi dengan umur panjang itu, ditemukan oleh tim peneliti pimpinan Dr. Nir Barzilai, direktur institut penelitian penuaan di sekolah tinggi kedokteran Albert Einstein di New York. Dalam laporan ilmiahnya pada jurnal asosiasi kedokteran Amerika-JAMA, Barzilai menyebutkan kunci umur panjang terletak pada mutasi gen cholesteryl ester transfer protein (CETP). CETP, enzym yang berfungsi membantu regulasi tekanan darah serta ukuran molekul kolesterol HDL dan LDL. Pelindung Penyakit Pada kelompok manusia yang memiliki molekul HDL dan LDL lebih besar dari normal terbukti umur mereka juga lebih panjang. Diduga molekul kolesterol yang lebih besar justru menjadi pelindung dari sejumlah penyakit. Termasuk penyakit degeneratif seperti serangan jantung, stroke dan diabetes. Dr. Barzilai mengatakan inilah gen pertama yang dapat dikaitkan langsung dengan umur panjang. Untuk memantapkan hasil penelitiannya Dr. Barzilai melakukan riset lanjutan. Ia mengambil sampel darah dari 213 warga Yahudi Ashkenazi, baik lelaki maupun perempuan serta sampel darah dari 216 orang anak responden. Umur responden utama rata-rata 98 tahun, bahkan sekitar 100 di antaranya melebihi umur 100 tahun. Sementara umur rata-rata responden pembanding, yaitu anak-anaknya adalah 68 tahun. Kelompok Yahudi Ashkenazi kebanyakan tinggal di kawasan Eropa timur, dan terkenal berumur panjang. Lebih Besar Ternyata hasil penelitian menunjukan seluruh responden utama penelitian memiliki molekul kolesterol lebih besar. Juga diketahui 25 persen responden memiliki gen yang mengalami mutasi sehingga memproduksi molekul kolesterol lebih besar. Persentase responden yang memiliki gen hasil mutasi tiga kali lebih besar dibanding mutasi gen pada kelompok pembanding dari luar kelompok Yahudi Ashkenazi. Dari hasil penelitian itu semakin terlihat gen CETP memainkan peranan utama dalam produksi molekul kolesterol lebih besar. Pertanyaan berikutnya, mengapa molekul kolesterol baik HDL maupun LDL yang lebih besar dari normal, memiliki fungsi perlindungan lebih baik terhadap penyakit jantung, stroke dan sindrom metabolisme? Sejauh ini belum ada yang mengetahui penyebab pastinya. Namun Dr.Barzilai dan tim penelitinya menduga, partikel LDL yang lebih besar tidak mampu menembus dinding pembuluh darah. Sehingga tidak memberikan kontribusi bagi munculnya penyakit penyumbatan pembuluh darah. Keturunan Resep hidup sehat dan panjang umur, pada kelompok Yahudi Ashkenazi kedengaran amat mudah. Yakni memiliki orang tua yang menurunkan gen tersebut kepada mereka. Kode genetika yang memicu produksi molekul HDL dan LDL lebih besar ternyata membuat seluruh responden yang diteliti dapat tetap hidup sehat. Walaupun mereka malas berolahraga atau perokok berat. Buktinya terlihat pada responden penelitian Dr.Barzilai. Yang berumur lebih panjang dan hidup lebih sehat gara-gara nenek moyang mereka mengalami mutasi genetika. Namun demkian dari hasil penelitian itu terlihat bahwa rahasia umur panjang masih tetap misteri besar. Yang sudah ditemukan adalah potongan puzzle yang mengindikasikan mutasi gen CETP sebagai penyebab umur panjang dan derajat kesehatan lebih baik. Rahasia umur panjang dan derajat kesehatan yang lebih baik ternyata sederhana. Yakni harus memiliki nenek moyang yang panjang umur dan sehat. Dr.Barzilai sendiri mengakui hal itu karena nenek moyangnya tidak dianugerahi gen panjang umur. Keluarganya memiliki sejarah tingkat kolesterol tinggi sehingga untuk tetap sehat terpaksa harus minum obat dan berolahraga secara teratur.(Aria/dwelle.de-12) |