| Senin, 27 Juni 2005 | PANTURA |
Pilih Sekolah Jangan Hanya Lihat Promosi"TIRULAH ilmu padi, merunduk kala makin matang." Sepotong kalimat itu meluncur dari bibir mungil siswa kelas IIC SMP Negeri 1 Bumiayu Indah Fadhil M. Selanjutnya, di hadapan ratusan orang yang hadird alam acara Gita Sayonara sekolah itu, dia berpesan kepada para kakak kelas yang bakal lulus agar dapat menjadi teladan dan penerang di tengah masyarakat. Acara pamitan siswa kelas III itu kemarin menjadi semakin bermakna ketika Kepala Sekolah Drs Priyono Agus Pratisto MPd mengingatkan mereka soal globalisasi. Dia mencontohkan, munculnya teknologi SMS telepon seluler atau teknologi VCD player. Sementara itu di bidang pendidikan, mulai tumbuh sekolah bertaraf internasional. "Jika tidak pandai-pandai membekali diri, kelak kalian juga akan tergilas oleh kemajuan teknologi," ungkapnya. Agus menegaskan, satu-satunya jalan menghadapi arus globalisasi adalah pendidikan. Dengan bekal pendidikan, seseorang tidak hanya menjadi penonton namun ikut berperan dalam perkembangan zaman. Lebih lanjut Priyono berpesan kepada para siswa yang akan lulus agar cermat memilih lembaga pendidikan. Ibarat kecap, tidak ada sekolah yang mengaku nomor dua. Dalam kaitan ini, hendaknya lulusan tidak melihat suatu lembaga hanya dari promosinya namun juga mempertimbangkan faktor kualitas sumber daya manusia (SDM) pengajar, fasilitas pendidikan, dan reputasi akademis. Seusai sambutan dan pesan, acara yang dihadiri Danramil Bumiayu Kapten Suharso, anggota DPRD H Agus Sutrisno, Kepala Dinas P dan K Bumiayu Drs Sartono, serta sejumlah pejabat dinas Kecamatan Bumiayu itu selanjut dimeriahkan dengan pergelaran seni. Yang menarik, selain sajian paduan suara dan band, sejumlah siswa yang tergabung dalam grup karawitan Tisto Laras mempertunjukkan tarian tradisional, antara lain Tari Gambyong dan Tari Gambir Anom. Yang unik dari penampilan mereka, persembahan tarian tidak hanya dibawakan para murid. Para guru pun tak mau ketinggalan bergabung memainkan gamelan. Wakil Kepala Sekolah Timur Bambang S SPd mengatakan, kegiatan perpisahan yang digelar setiap tahun itu sekaligus menjadi ajang unjuk kebolehan para siswa. Dia mengemukakan, meski tergolong jenjang pendidikan pertama namun kegiatan ekstrakulikuler sekolahnya sangat variatif, antara lain grup dramben, kesenian tari tradisional, paduan suara, dan sepak bola. Selain kegiatan tersebut, sekolah yang pada tahun ini meraih predikat akreditasi A itu juga memiliki grup seni teater. Dalam kegiatan Gita Sayonara kali itu, grup teater yang digawangi murid kelas II dan III itu mempertunjukkan kemampuan akting dengan persembahan drama Kau Hancurkan Hatiku. (Suwandono-52j) |