| Senin, 27 Juni 2005 | PANTURA |
Disayangkan, Pelajar Terlibat Balapan LiarPEKALONGAN- Masih banyaknya siswa yang ikut-ikutan balapan liar sangat disayangkan Kapolresta Pekalongan, AKBP Drs Edy Suyanto. Sebab dengan terlibat secara langsung ataupun tidak langsung dalam kegiatan negatif itu, kecenderungan para pelajar akan menyepelekan tata tertib dan suka melanggar aturan lalu lintas. Karena itu, melalui lomba Uji Pengetahuan Tertib Berlalu Lintas Tingkat SLTA se-Pekalongan yang diselenggarakan di Mapolresta Sabtu (26/6) lalu, kondisi demikian bisa segera ditangani. Menurut Edy, dengan adanya kegiatan tersebut maka para perwakilan yang mengikuti lomba dapat menjadi contoh tauladan dan kader-kader penegak disiplin lalu lintas, bukan menjadi korban pelanggaran atau malah menjadi pelaku pelanggaran lalu lintas. "Pelajar dapat membantu tugas polisi dalam menciptakan ketertiban dan kelancaran lalu lintas," tandasnya. Tetap Ada Dia mengemukakan, bukan hal yang aneh lagi para pelajar melakukan pelanggaran lalu lintas seperti berboncengan tiga, tanpa helm, kebut-kebutan atau balapan liar. Di Kota Pekalongan meski dilakukan penertiban berulang-ulang, kejadian seperti itu tetap ada. Misalnya di sekitar Lapangan Mataram dan Simpang Lima Jetayu. Padahal, ungkapnya, balapan itu merupakan perbuatan nekat yang membahayakan keselamatan diri sendiri ataupun orang lain. Mereka tidak sadar, manfaat yang diperoleh sebenarnya tidak sebanding dengan apa yang dilakukan. "Paling-paling hanya dapat tepuk tangan dari penonton, tetapi berisiko bisa-bisa nyawa melayang," ujarnya. Sementara itu, lomba tersebut diikuti 14 peserta SLTA se-Kota Pekalongan. Materi yang diujikan antara lain sekitar UU No 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan pengetahuan umum tentang berlalu lintas. Jalannya lomba dibagi dalam dua babak. Pertama, untuk menjaring lima besar maka peserta diminta mengerjakan soal tertulis 60 menit. Lalu, lima besar diadu dalam lomba cerdas cermat untuk memperebutkan juara. Ketua Panitia Iptu Jhony Minarko mengutarakan, tujuan kegiatan itu untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan pelajar di bidang lalu lintas, sehingga dapat menjadi contoh tauladan dan memelopori tertib lalu lintas. "Lomba diselenggarakan untuk menyongsong HUT Ke-59 Polri, HUT Ke-60 Kemerdekaan RI, dan HUT Ke-50 Polantas," tambah dia.(H17-37s) |