logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 27 Juni 2005 MURIA
Line

Sudah Saatnya Lirik Singkong

  • Alternatif Pengganti BBM

KUDUS - Kelangkaan bensin dan solar yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, merupakan salah satu pertanda ketidakberesan pemerintah dalam mengurusi bahan bakar minyak (BBM). Belum lagi ditambah dengan carut-marutnya persoalaan dana kompensasi BBM.

Hal tersebut diungkap pengamat perminyakan, Kurtubi, dalam sebuah seminar nasional menyoal dampak pelaksanaan dana kompensasi BBM terhadap penurunan tingkat kemiskinan, baru-baru ini, di Universitas Muria Kudus (UMK).

Menurutnya, sudah saatnya Indonesia mencari alternatif bahan bakar pengganti minyak. Ahli ekonomi energi Pertamina itu menyodorkan singkong sebagai bahan baku bahan bakar pengganti minyak bumi. Gas etanol yang dihasilkan oleh singkong, bisa dipakai sebagai bahan bakar gas (BBG).

Lebih lanjut dia mengilustrasikan perbandingan biaya yang dikeluarkan oleh konsumen, antara pengguna BBG dengan premium.

Dalam hal itu, dia mempergunakan contoh kasus operasional sebuah taksi. Dengan menggunakan jarak rata-rata yang ditempuh oleh taksi selama satu bulan sejauh 9.000 kilometer, diperoleh penghematan bahan bakar hingga Rp 9.000.000 per tahun. Perhitungan tersebut, didasarkan kepada asumsi harga BBG Rp 450 per liter, sedangkan premium dipatok pada nilai (seandainya) Rp 1.450.

Berikutnya, dia menguraikan penghematan pengeluaran untuk biaya minyak pelumas pada sepeda motor. Dia menggunakan perkiraan waktu pergantian minyak pelumas untuk sepeda motor dengan BBG adalah 15.000 kilometer, sedangkan premium 5.000 kilometer.

Dengan harga minyak pelumas Rp 15.000 per liter dan kapasitas isi minyak pelumas setiap motor adalah empat liter, penghematan pemakaian minyak pelumas dengan BBG mencapai Rp 864.000 per tahun.Selain itu, imbuhnya, ada keuntungan tambahan berupa berkurangnya emisi gas buang dari kendaraan. Pada sepeda motor yang menggunakan BBG, daya poros efektifnya turun 10-17 %, dan efisiensi termal juga turun 13 %.

Ditambah lagi, kandungan carbon monoksida (CO) dari gas buang sepeda motor BBG sekitar satu hingga dua persen, sedangkan motor yang memakai premium mencapai 10%.

Pengajar progam pasca sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu mengingatkan, cadangan minyak mentah di perut bumi kian hari semakin menipis. Di sisi lain, singkong merupakan sumber daya alam yang melimpah di negeri ini. (tik-15a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA