logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 27 Juni 2005 SEMARANG
Line

Nelayan di Rowosari Tak Melaut

  • Gunakan Haknya untuk Nyoblos

KENDAL - Animo masyarakat nelayan di Desa Gempolsewu dan Sendang Sikucing, Rowosari, Kendal untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Kendal kemarin cukup besar.

Ribuan nelayan di dua desa tersebut merelakan waktunya sehari untuk tak melaut.

Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka di lapangan, tanda mereka tak melaut dapat disaksikan dengan tertambatnya ratusan perahu di sepanjang Kali Kuto, sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang, Desa Gempolsewu, dan TPI Sendang Sikucing.

Kondisi tersebut juga menyebabkan situasi TPI dan Pasar Tawang sepi. Padahal pada hari biasa, khususnya pada musim ikan, situasi pasar ikan ataupun pasar tradisional tersebut hampir dipastikan ramai.

Berdasarkan data PPS di dua desa tersebut, pencoblosan di Desa Gempolsewu diikuti 8.374 pemilih. Di Desa Gempolsewu disediakan 17 TPS.

Jumlah TPS di desa tersebut paling banyak di Kabupaten Kendal. Sementara itu di Desa Sendang Sikucing yang memiliki 4 TPS diikuti 1.402 pemilih.

Beragam tanggapan diberikan warga di dua desa itu terkait dengan keikutsertaan mereka dalam pemilihan bupati (pilbup) di daerahnya. "Kami datang ke TPS untuk memilih bupati dan wakil bupati yang terbaik. Jika tak mencoblos, hak suara kami hilang sia-sia," ujar Suparman (41), warga Desa Sendang Sikucing.

Sadar Hukum

Alasan berbeda diberikan Asikin (46), warga Desa Gempolsewu. Menurut dia, keikutsertaan sebagian warga di desanya semata-mata karena telah sadar hukum dan sadar untuk menaati peraturan.

"Sejumlah warga ada yang merasa takut. Katanya jika tidak mencoblos akan dikenai sanksi hukum. Mereka juga takut bila dicap mbalela."

Dari pantauan Suara Merdeka di sejumlah wilayah kecamatan di sepanjang jalur pantura seperti Kecamatan Rowosari, Weleri, Cepiring, Kangkung, dan Kota Kendal, pada saat pelaksanaan pencoblosan antara pukul 08.00 dan 13.00 suasana cenderung lengang tak seperti hari-hari biasa. Arus lalu lintas terlihat lancar.

Situasi di sejumlah pasar tradisional di kecamatan-kecamatan itu juga cenderung sepi. Sebagian besar kios dan toko terlihat tutup dan pedagang banyak yang tidak berjualan.

Kondisi seperti itu juga hampir sama dengan situasi beberapa wilayah kecamatan di Kendal bagian atas seperti Limbangan dan Boja. Situasi di dua wilayah kecamatan itu juga lengang. (G15,fzm,sjs-54n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA