logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 27 Juni 2005 SEMARANG
Line

Dagang Cabai Penuh Risiko

WALAUPUN tugasnya sehari-hari adalah sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Salatiga, namun beberapa orang justru mengenal Sidi Purwanto sebagai pengusaha cabai (Capsicum).

Meskipun sering dijalankan oleh istrinya, namun usaha tersebut tidak pernah luput dari peran pria kelahiran Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, 15 Juli 1953 itu.

Usaha yang dilakukan Sidi bersama istrinya, Nurul Bariah, tersebut adalah sebagai pemasok cabai ke sebuah perusahaan makanan terkenal. Pasangan itu setiap harinya mempekerjakan sekitar 75 orang. Kebanyakan dari mereka adalah tetangganya sendiri.

"Bahkan, untuk menambah pasokan cabai kepada perusahaan tersebut, kami sering mendapatkannya hingga dari luar daerah seperti di Nusa Tenggara Barat," papar Sidi yang menjabat Kepala Bidang Pendidikan Dasar Diknas Salatiga tersebut.

Pria berperawakan subur yang memulai kariernya sebagai guru di Kota Salatiga itu, mengaku jika telah pensiun dari PNS akan memfokuskan diri secara penuh kepada usahanya.

Meskipun hasilnya lumayan, namun menurut dia, berdagang cabai sebenarnya penuh dengan risiko pula, lantaran komoditas tersebut tak tahan lama. Dia merasa sudah biasa, jika harus mengalami kerugian.

Sebagai PNS, dia melakoninya seperti air mengalir. Segala sesuatunya dilakukan tanpa harus dipaksakan.

Contohnya, saat mendapat tugas di Dinas Perhubungan Salatiga yang merupakan instansi asing bagi dirinya, itu pun dilaksanakan dengan senang hati.

Bapak dua putra, anak tertuanya baru lulus dari ITB, tersebut mengaku beban kerjanya sebagai Kabid Dikdas sangat berat pula. Namun, semuanya tetap dijalankan dengan senang hati dan penuh tanggung jawab. (Surya Yuli P-54a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA