logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 27 Juni 2005 SEMARANG
Line

Sunatan Massal di SD Hj Isriati

SEMARANG- Dalam rangka pelepasan siswa kelas VI, SD Hj Isriati Baiturrahman Semarang mengadakan khitanan massal, Sabtu (25/6). Jumlah anak yang dikhitan ada 11 orang. Menurut Kepala Seksi UKS SD Hj Isriati Baiturrahman Parnen, acara tersebut menjadi agenda rutin tahunan.

''Sebenarnya yang terdaftar 17 anak.Namun yang datang cuma 11 anak," kata Parnen.

Menurutnya, ke-11 anak itu, rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu dan anak yatim piatu. Bahkan satu di antaranya, yakni Anggoro (13), penderita cacat mental. Warga Bulu Stalan III A itu, kemarin terlihat tenang ketika dikhitan. Meski sesekali dia meringis menahan sakit.

Khitanan massal yang dimulai pukul 08.00 itu, diadakan di ruang kelas 1B dan 1C. Masing-masing anak dikhitan dengan waktu kurang dari 15 menit. Tim yang dipimpin dr Undang Suhiriyanto itu, membutuhkan waktu selama 2,5 jam untuk mengkhitan mereka. Setelah dikhitan, mereka diberi bingkisan, obat, uang dan perawatan hingga sembuh dari pihak panitia.

Acara tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Salah satu bentuk kepedulian itu adalah khitanan massal. Kepedulian yang ditanam sejak dini tersebut merupakan bagian yang diajarkan di SD Hj Isriati Baiturrahman.

''Acara khitanan massal tersebut sudah berlangsung sejak 1991,'' kata Kepala SD Hj Isriati Drs Sunoto.

Menurutnya, sebelum acara tersebut digelar, seluruh anak kelas VI yang akan dilepas diarak menggunakan andong (kereta kuda). Mereka diiring oleh adik kelas dan para anak yang mau dikhitan. Pagi itu, jumlah siswa kelas VI yang dilepas sebanyak 205 anak.

Selain itu, selama khitanan massal berlangsung, di Aula Masjid Baiturrahman Semarang juga dilangsungkan khotmil Qur'an dan pentas seni. Acara tersebut dilakukan oleh para siswa kelas I hingga kelas IV SD tersebut.

Pihaknya juga memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dari sekolah lain. Beasiswa berupa uang sebesar Rp 100 ribu itu diberikan kepada 120 siswa. Beasiswa tersebut diambil dari pengumpulan sisa uang jajan para siswa SD Hj Isriati.

"Jumlahnya terserah para siswa, ada yang Rp 100 sampai Rp 1.000. Uang tersebut dikumpulkan selama 1 tahun dan mencapai Rp 15 juta," kata Sunoto. (fzm-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA