logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 27 Juni 2005 SEMARANG
Line

Arung Jeram, Panik tapi Asyik

PERAHU karet yang ditumpangi tujuh mahasiswa pecinta alam (Wapeala) Undip, oleng ke kanan dan ke kiri mengikuti derasnya arus sungai. Bahkan perahu hampir terbalik akibat sungai yang cukup deras. Meski panik, mereka menikmati petualangan arung jeram di Sungai Serayu Kabupaten Banjarnegara.

''Speed..,'' teriak salah seorang pemuda. Mereka pun menambah kecepatan dayung di atas perahu karet, sehingga makin menambah laju.

Ketujuh mahasiswa Undip itu melakukan perjalanan Ekspedisi Rafting Sungai Serayu Mas Bakti Wapeala Undip 2005. Mereka terdiri atas Muhamad Ali Subkhan (20), Media Sari (18), Anindityo Wicaksono (20), Harri Kurniawan (19), Dyah Sulanjari (20), Indika Bagus Wicaksono (19), dan Ali Surachman (22).

Jeram di Sungai Serayu yang dilalui itu merupakan jeram yang panjang dan jarang sekali terdapat flat. Adrenalin mereka dipicu saat memasuki jeram yang sangat sulit. Posisi perahu menghadap ke belakang dan sulit dikendalikan. "Untung perahu tidak terbalik,'' kata Media.

Perjalanan perahu karet pun menemui kendala. Setibanya di jeram yang terdapat batu besar di tengahnya, perahu melaju dengan cepat. Karena jarak makin dekat, perahu menabrak batu dan dalam posisi miring.

Karena perahu yang ditumpangi tujuh mahasiswa Undip itu nyaris terbalik, mereka menyiasati dengan meloncat ke tabung sebelah kiri perahu tersebut. Namun hal itu tidak membuat perahu kembali ke posisi semula. ''Bahkan derasnya arus dan adanya batu di tengah membuat perahu kita hampir terbelah,'' tutur Harri.

Kepanikan mereka tidak berhenti di situ. Saat perahu kembali ke posisi semula, Indika dan Ali terjatuh dari perahu. Setelah lepas dari jeram mereka dapat ditolong oleh rekan-rekannya.

Arung jeram berikutnya, mereka melewati jeram dengan undercut yang cukup besar. "Dayungku patah...,'' teriak Ali. Dia pun segera meminjam dayung yang dibawa Media dan berenang menghampiri patahan dayung tersebut. Sayang, patahan dayung itu tenggelam kena ombak. Setelah melalui berbagai macam rintangan, akhirnya mereka dapat menyelesaikan petualangan dengan selamat. "Capai kami berganti dengan rasa puas. Karena kami bisa menyelesaikan target,'' ungkap Harri. (Roosalina-56s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA