| Senin, 27 Juni 2005 | SEMARANG |
PGRI Minta Diperlakukan Sama
SEMARANG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta Pemkot Semarang memberikan perlakuan yang sama kepada PNS guru. Sebab, guru adalah anggota PGRI dan merupakan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota seperti pegawai lainnya. Sekretaris PGRI Kota Semarang Ngasbun Egar SPd MPd, Jumat (24/6) lalu mengemukakan hal tersebut. Sebelumnya, Rabu (22/6), PGRI mengadakan audiensi dengan Pemkot. Rombongan yang dipimpin Ketua PGRI Kota Drs Suratin itu terdiri atas pengurus PGRI Kota dan para ketua PGRI cabang. Mereka diterima Penjabat Wali Kota Semarang Drs Saman Kadarisman, Plt Sekda Bayi Priyono SH, dan Kepala Dinas Pendidikan Drs Sri Santoso. ''Kami ingin PNS guru diperlakukan sama dengan pegawai Pemkot lainnya. Artinya, Pemkot tidak berlaku diskriminatif terhadap guru,'' ujar Ngasbun. Pihaknya menjelaskan, audiensi itu merupakan kelanjutan dari respons PGRI terhadap Keputusan Walikota Nomor 841/073/2005 bertanggal 14 Maret 2005 tentang Tunjangan Kesejahteraan Pejabat/Pegawai di Lingkungan Kota Semarang. Dia menyebutkan, PNS guru tidak termasuk yang memperoleh kenaikan tunjangan kesejahteraan. Terhadap keputusan Penjabat Wali Kota itu para guru anggota PGRI mengajukan protes. Mereka mendesak pengurus PGRI Kota Semarang untuk meminta Penjabat Wali Kota meninjau kembali keputusan tersebut. Desakan itu ditindaklanjuti PGRI dengan mengajukan surat bernomor 162/ORG/KOT/XIX/2005 bertanggal 21 Mei 2005 kepada Pemkot dengan tembusan DPRD Kota. Namun hingga beberapa waktu, surat tersebut tidak memperoleh tanggapan. Lalu, PGRI mengajukan permohonan audiensi yang akhirnya bisa terlaksana pada Rabu (22/6) lalu. Penjabat Wali Kota Saman Kadarisman menyatakan bisa memahami aspirasi para guru tersebut. Pihaknya berjanji untuk membahas usulan PGRI perihal perlakuan sama antara para guru dan pegawai Pemkot. ''Aspirasi PGRI akan diakomodasi dan selanjutnya kami akan mengajukannya ke DPRD untuk dimintakan persetujuan,'' kata Saman. Ngasbun menjelaskan, PGRI sedang menunggu jawaban dari DPRD Kota untuk audiensi. Dia berharap aspirasi sekitar 8.200 anggota PGRI Kota Semarang tersalurkan. (H9-56n) |