| Senin, 27 Juni 2005 | SEMARANG |
Rumah Sinto Diancam DibomSEMARANG- Situasi kamtibmas menjelang dan selama pelaksanaan pemilihan wali kota/wakil wali kota kemarin relatif cukup aman. Satu-satunya kejadian yang cukup menonjol adalah ancaman pemboman yang ditujukan ke rumah Sinto Sukawi, istri salah seorang kandidat wali kota, Sukawi Sutarip, di Jl Bulu Stalan III B/328, Sabtu (25/6) malam. Kapolwiltabes Semarang Kombes Suhartono mengemukakan, secara umum perjalanan pilkada hingga sore kemarin berlangsung aman dan lancar. Tidak ada gangguan ketertiban yang sampai mengganggu proses pencoblosan. Beberapa daerah yang diperkirakan muncul ketegangan, ternyata tak ditemukan hal-hal yang mengkhawatirkan. ''Kami berterika kasih kepada warga masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam mengamankan Pilkada. Hanya satu kejadian yakni ancaman teror ancaman bom, tetapi tidak sampai mengganggu Pilkada. Semuanya bisa diatasi,'' kata Soehartono di sela-sela pantauan penghitungan perolehan suara, Minggu (26/6) sore. Secara terpisah, mengenai ancaman melalui telepon oleh seorang lelaki tak dikenal itu membuat kalang kabut kerabat dan rekan-rekan Sinto yang sedang mengadakan pengajian. Kejadian itu dilaporkan ke polisi. Namun aparat Gegana Brimob Polda Jateng yang melakukan penyisiran tidak menemukan satu pun benda berbahaya. Hingga kini tak diketahui motif pengancaman tersebut. Saat kejadian sekitar pukul 18.30, rumah dipenuhi anggota kelompok pengajian yang secara khusus sedang mendoakan kesuksesan pilkada Semarang. Sinto tak berada di tempat. Di tengah-tengah pengajian itu tiba-tiba telpon berbunyi. Seorang kerabat pemilik rumah mengangkatnya. Di seberang, terdengar suara seorang lelaki, agak berat dan berlogat Jawa. ''Di situ ada pengumpulan massa ya? Awas nanti saya bom,'' ancam lelaki tersebut seperti ditirukan saksi, Eko (40) salah satu kakak Sinto. Ketika ditanya identitasnya, si penelpon gelap memutuskan pembicaraan. Kabar itu cepat menyebar hingga membuat orang-orang ketakutan. Mereka bergegas keluar rumah, khawatir bila terjadi sesuatu. Salah satu di antara mereka menghubungi Polwiltabes yang kemudian meneruskannya ke tim Gegana Brimob Polda Jateng. Satu regu penjinak bahan peledak diterjunkan ke lokasi. Anggota tim yang membawa peralatan lengkap seperti kaca reflektor dan pemindai logam menyisir seluruh sudut rumah yang terletak di dalam gang itu secara teliti. Penyisiran mendapat perhatian luas warga sekitar. Mereka melihat dari kejauhan karena tidak diperbolehkan mendekat. Beberapa anggota kepolisian berjaga-jaga di sepanjang gang. Hingga penyisiran berakhir hampir satu jam kemudian, polisi tak menemukan satu pun benda mencurigakan. Secara umum, pilkada berlangsung aman. Sejumlah daerah yang diperkirakan bakal terjadi ketegangan ternyata tenang-tenang saja. Daerah-daerah itu terdapat di Kecamatan Semarang Utara dan Semarang Barat. Di Kelurahan Krobokan, Semarang Barat, misalnya. Di beberapa TPS tidak terdengar kericuhan ataupun ketegangan yang mengganggu coblosan. Demikian pula di kampung-kampung di wilayah seperti Kelurahan Tanjung Emas atau Bandarharjo. Hingga sore kemarin, kegiatan coblosan berlangsung aman dan tertib.(G3,G5-50) |