| Senin, 27 Juni 2005 | INTERNASIONAL |
Oplosan Renggut Jiwa 42 OrangNAIROBI - Empat belas lagi warga Kenya menemui ajal, Minggu kemarin, setelah menenggak minuman beralkohol yang dioplos metanol. Jumlah korban tewas dalam musibah itu pun meningkat jadi 42. Para korban itu dirawat di rumah sakit setelah merasa mual, muntah, dan menjadi kabur penglihatan mereka, Jumat lalu. Beberapa saat sebeumnya, mereka menenggak bir produksi dalam negeri, ungkap Wako Dulacha, seorang pejabat Dinas Kesehatan Machakos di selatan Nairobi (ibu kota Kenya). Minuman tersebut, yang dikenal dengan ''Power Alcohol'', oleh para korban diduga kuat telah dioplos dengan metanol guna menambah daya mabuknya. Pengoplosan semacam itu biasa dilakukan oleh konsumen di Kenya. ''Ketika para korban berdatangan ke rumah sakit, suasana amat panik. Mereka mengerang, tampak bingung, dehidrasi, dan mengaku sakit kepala hebat,'' kata Dulacha. ''Bahkan ada yang pandangannya menjadi kabur.'' Minuman superkeras gelap industri rumah tangga, yang dikenal dengan nama chang'aa, biasa dikonsumsi di negara Afrika timur berpenduduk 32 juta jiwa itu. Maka, tidaklah mengherankan bila kasus keracunan massal sering terjadi di negeri itu. Pada tahun 2000 lalu, lebih dari 100 orang menemui ajal di Nairobi. Dari kasus keracunan terakhir yang telah menewaskan 42 orang, sebanyak 59 lainnya masih dalam perawatan rumah sakit. (rtr-ed-58) |