| Senin, 27 Juni 2005 | EKONOMI |
Tinggi, Peluang Ekspor Gaplek WonogiriWONOGIRI- Produk hasil pertanian berupa gaplek (singkong yang telah dikeringkan) rajangan atau biasa disebut chip memiliki peluang besar untuk di ekspor ke China. ''Dengan kata lain, bila peluang ekspor ini dapat dilakukan oleh para petani singkong Wonogiri, maka akan mendapatkan keuntungan lebih baik dibandingkan dengan ketika hanya dijual dalam produksi singkong lepas petik,'' kata Koordinator Koperasi Unit Desa (KUD) Wonogiri, Tarmudji BA, kemarin. Menurut Tarmudji, order komoditas chip dari negeri China, jumlahnya relatif besar. Sebab ada pembeli dari luar negeri yang sanggup menerima pasokan sekitar 500 ton per hari. ''Permintaan ekspor ini akan menjadi peluang bagi Wonogiri sebagai Kabupaten penghasil singkong terbesar di Provinsi Jateng,'' ujarnya. Untuk memenuhi permintaan ekspor gaplek rajangan ini, ikut memberikan kesempatan bisnis bagi KUD di Kabupaten Wonogiri, guna melakukan kerjasama perdagangan penjualan gaplek rajangan. Nilai Ekonomi Sebab, tambah Tarmudji yang juga Ketua KUD 'RAM' (Rukun Agawe Makmur) Kecamatan Batuwarno Kabupaten Wonogiri ini, bila para KUD dapat mengambil peluang ekspor ini, maka akan diperoleh kesempatan baru dalam rangka meningkatkan peranan KUD serta meningkatkan nilai ekonomi pendapatan para petani singkong di Kabupaten Wonogiri. Apalagi, pihak eksportir chip yang akan memasok permintaan ke China berani membeli gaplek rajangan Rp 400 per kilogramnya. Harga itu, dinilai lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan ketika petani hanya menjualnya dalam bentuk singkong basah. Harga jual singkong basah di tingkat petani Wonogiri, per kilogramnya hanya laku Rp 150 sampai Rp 175. Di China, sebagaimana informasi yang diperoleh Tarmudji, digunakan untuk pakan ternak, bahan membuat glukosa dan cairan alkohol, bahkan sampai dibuat untuk kosmetika dan bahan pembuatan plastik. Tarmudji minta agar para pengelola KUD dapat memanfaatkan kesempatan ekspor ini. Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Wonogiri, Ir Guruh Santosa MM, mengatakan areal tanaman singkong mencapai 148.238 Ha dengan produksi 1.040.211 ton per tahun. (P27-59) |