| Senin, 27 Juni 2005 | EKONOMI |
Pasokan Terigu Bakal MelimpahJAKARTA - Pasokan terigu dalam negeri diperkirakan akan melimpah setelah pemerintah memberikan izin baru kepada empat perusahaan. Saat ini dari empat pabrik terigu yang beroperasi sudah mampu mencukupi kebutuhan terigu dalam negeri. Bahkan dari kapasitas terpasang 7,35 juta ton per tahun baru dioperasikan 4,3 juta ton karena daya serap pasar. ''Dari kapasitas terpasang yang dikeluarkan tahun 2004 sebesar 7,35 juta ton per tahun kami prediksikan sudah mencukupi sampai tahun 2015. Kebutuhan terigu dalam negeri tahun 2015 diperkirakan sekitar 7 juta ton,'' kata Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari, di Jakarta, Minggu (26/5). Menurut Ratna dari kapasitas terpasang 6,45 juta ton, dan yang terpakai baru mencapai 4,3 juta ton, masih terdapat kapasitas giling gandum menjadi terigu yang menganggur di dalam negeri sekitar 2,15 juta ton per tahun. Dengan keluarnya ijin BKPM untuk empat perusahaan baru maka kapasitas terpasang akan mencapai 9 juta ton. Sementara empat industri pabrik terigu di yang sudah ada, yakni Bogasari Flour Mills (BFM), Berdikari Sari Utama Flour Mills (BSU), Panganmas Inti Persada Flour Mills (PIP), serta Sriboga Raturaya Flour Mills (SRR), dengan total investasi mencapai Rp 7 triliun, kapasitas produksi gilingnya baru mencapai 67% (4,3 juta ton) karena daya serap pasar. Aptindo, kata Ratna, mempertanyakan, mengapa dalam kondisi iklim persaingan usaha terigu yang tidak sehat di dalam negeri, dengan masuknya terigu impor secara dumping, dan masalahnya belum selesai diputuskan, oleh pemerintah justru dikeluarkan izin perusahaan baru. ''Ini akan menimbulkan iklim yang tidak sehat,'' katanya. Bahan Baku Kondisi tidak sehat itu juga akan dirasakan juga oleh para produsen terigu baru tersebut. Mereka akan menghadapi tingginya harga bahan baku terigu (yakni gandum) yang selama ini kebanyakan diimpor dari Australia, melalui Australian Wheat Board (AWB). Padahal harga terigu impornya lebih murah dibanding harga jual gandum, karena mereka bisa memperoleh gandumnya langsung dari para petani, sementara para importir harus memperolehnya melalui kepanjangan tangan AWB . Adapun empat perusahaan terigu yang segera beroperasi itu adalah PT Asia Raya, PT Fugui Flour & Grain Indonesia, PT Kwala Intan New Grain, serta PT Purnomo Sejati. Total kapasitas produksi dari empat pabrik itu akan mencapai 672 ribu ton per tahun. Berdasarkan data dari BKPM dan Departemen Kehakiman dan HAM, PT Asia Raya rencananya akan mendirikan pabrik di Sidoarjo, Jatim, dengan investasi Rp 10 miliar dan kapasitas 72 ribu ton per tahun. PT Fugui Flour & Grain Indonesia yang pabriknya akan berlokasi di Gresik, Jatim, berinvestasi 37,5 juta dolar AS dan memiliki kapasitas propduksi 270 ribu ton per tahun. Sedangkan PT Kwala Intan New Grain lokasinya di Kuala Tanjung, Asahan, Sumatera Utara, memiliki kapasitas produksi 210 ton per tahun, dan siap ,menginvestasikan 13,8 juta dolar AS. Satu pabrik lagi rencananya juga tahun ini akan dibangun di Sidoarjo oleh PT Purnomo Sejati, dengan investasi senilai Rp 24 miliar dan kapasitas produksinya 120 ribu ton per tahun. Terigu Impor Kebanyakan pabrik terigu saat ini berlokasi di Pulau Jawa. Seperti PT BSM yang lokasi pabriknya berada di Jakarta dan Surabaya, saat ini mempekerjakan sekitar 2.600 orang. Demikian juga PT SRR yang berlokasi di Semarang dan Medan, saat ini mempekerjakan 384 orang. Sedangkan PT PIP yang mempekerjakan 300 orang, pabriknya berlokasi di Cilacap, dan Medan, Sumut. Hanya PT BSU yang pabriknya berada di Ujungpandang dan mempekerjakan 484 orang. Di sisi lain, di dalam negeri konsumen juga menikmati masuknya terigu impor sebab berdasar data dari BPS, volume penjualan terigu impor mengalami peningkatan penjualan dari kuartal I tahun 2004 yang mencapai 74.779 ton menjadi 139.298 ton pada periode yang sama tahun ini. Peningkatan ini juga memperbesar pangsa terigu impor dari periode kuartal I tahun 2004 yang sebelumnya mencapai 9,09% menjadi 15,74% periode serupa tahun ini. (wa-59) |