| Senin, 27 Juni 2005 | EKONOMI |
Daihatsu Investasi Rp 500 Miliar
WONOSOBO - Awal Juli ini Daihatsu akan mengeluarkan Xenia 1000 cc tipe de luxe (Li) yang dilengkapi dengan power steering dan tachometer (pacumeter), fasilitas yang sebelumnya hanya tersedia di Xenia tipe Xi 1300 cc. Perbedaan harganya dibanding tipe standar Mi 1000 cc hanya sekitar Rp 3 juta, atau separuh dari biaya pemasangan power steering. Vice President PT Astra-Daihatsu Motor (ADM) Nortjahjo Darmadji mengatakan, kehadiran Daihatsu 1000 cc ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan kendaraan yang kuat dan mewah dengan harga murah. ''Kami menyebut Xenia 1.0 Li ini sebagai kemewahan yang terjangkau. Di luar untuk pasang power steering saja harus keluar uang sekitar Rp 6 juta,'' katanya di sela test drive varian baru tersebut di Wonosobo, Sabtu (25/6). Menurut Noertjahjo, Xenia 1.0 Li ini mulai diproduksi akhir Juni 2005, sehingga diharapkan bulan Juli sudah dapat ditawarkan di pasaran. Untuk bulan-bulan pertama Daihatsu akan memproduksi sekitar 200 unit, dan selanjutnya akan ditingkatkan seiring dengan permintaan pasar. 150 Ribu Unit Sementara ini setiap bulannya ADM memproduksi 2000 unit Xenia, 65% diantaranya untuk kelas 1000 cc. ''Tahun 2005 kami sudah menginvestasikan Rp 500 miliar untuk menambah kapasitas, yang akan efektif mulai Jaunari 2006. Sehingga dalam beberapa tahun ke depan kita akan siap produksi dengan 150 ribu unit per tahun,'' jelasnya. Penambahan kapasitas akan dilakukan bertahap. Dari 210 ribu unit saat ini menjadi 120 ribu pada 2006, dan 150 ribu pada 2008. Sekilas Xenia Li 1.3 tidak ada bedanya dengan seri Mi 1.0 terdahulu. Namun, menurut Nurtjahjo sebenarnya ada perbedaan mendasar, yakni mesinnya hanya 3 silinder. Dengan mesin 3 silinder maka tiap cc akan mengeluarkan lebih besar ketimbang 4 silinder. ''Kalau 1000 cc dibagi 4 silinder maka jatuhnya 250. Tapi kalau 3 silinder 333. Angka besaran ini sangat menentukan torsi. Torsi inilah yang menentukan tarikan.'' Selain itu, yang juga membedakan dengan Xenia sebelumnya, tipe Li dilengkapi multiplate dimana satu silinder memiliki empat plat. Ini menyebabkan tidak ada kelebihan tenaga, sehingga walau-pun cc-nya kecil tenaganya besar. Karena mesin yang efisien, penggunaan BBM-nya pun sangat irit. Itu sebabnya Nurtjahjo optimis seruan pemerintah untuk menghemat energi tidak akan mempengaruhi pemasaran Xenia yang sampai sekarang masih ada 6.000 inden pemesanan.(A20-59) |