| Senin, 27 Juni 2005 | EKONOMI |
Kymco Uji Ketangguhan 150 Jam
JAKARTA - Ketangguhan Kymco Jetmatic Free-EX sebagai satu-satunya sepeda motor yang berani menempuh perjalanan selama 150 jam nonstop (tanpa henti) akan diuji dan dibuktikan lewat tur perjalanan terlama ''Non-Stop 150 Jam Jakarta-Bali-Jakarta'' mulai 27 Juni sampai 3 Juli 2005. Event ini diikuti 10 sepeda motor Jetmatic Free-EX dengan 30 orang pengendara secara bergantian, dilepas oleh Paulus Pangka dari Muri di pabrik Cikarang untuk menempuh jarak sekitar 3.100 km selama 6 hari lebih. Rute perjalanan yang akan dilalui dari Jakarta lewat jalur utara hingga ke Denpasar dan kembali lewat jalur selatan Pulau Jawa, menjadikan tantangan bagi Kymco Jetmatic Free-EX dalam melalui berbagai macam rintangan di perjalanan, termasuk kondisi jalan yang naik-turun dan tidak rata. Keliling Kota Su Kuo Chang, Presiden Direktur PT Kymco Lippo Motor Indonesia dalam siaran pers yang dikirim ke Suara Merdeka mengatakan pihaknya meyakini dengan teknologi yang sudah dikembangkan Kymco selama 42 tahun, Jetmatic Free mampu melaju dan bertahan selama 150 jam nonstop tanpa membuat pengemudi cepat lelah. ''Jetmatic Free memiliki bodi yang relatif bebas getaran, transmisi otomatis dan sandaran tempat duduk yang unik hanya ada di Jetmatic Free. Selain itu juga lebih stabil sehingga lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh,'' jelasnya. Konvoi rombongan tur ber-jumlah 94 orang yang terdiri atas 30 pengendara, mobil teknisi, ambulans, pengawal keamanan dan tim Muri rencananya akan disambut dengan acara keliling kota di setiap cabang-cabang Kymco di setiap kota besar yang dilewati termasuk Denpasar sebagai kota yang memberikan kontribusi penjualan tinggi. Paulus Pangka dari Museum Rekor Indonesia (Muri) menjelaskan jika memang benar motor Kymco bisa menempuh jarak 150 jam tanpa henti, ini membuktikan bahwa Kymco bukan pemain yang bisa dianggap enteng dalam sepeda motor, sekaligus memecahkan rekor lama Muri 100 jam nonstop. ''Rekor ini juga membuktikan bahwa Jetmatic Free pas untuk situasi jalan macet di perkotaan ataupun perjalanan jauh antarkota.'' Rombongan dijadwalkan kembali ke Jakarta dan disambut meriah di stan Kymco di arena Pekan Raya Jakarta, 3 Juli 2005. (G2-59) |