| Senin, 27 Juni 2005 | BUDAYA |
Benaya Lebih Berat SekolahSEMARANG-Diminta untuk tampil di Kedubes Belanda dan Austria di Jakarta, pianis muda asal Semarang ini malah lebih memilih pentas dalam acara yang diadakan sekolahnya, SMP PL Domenico Savio, baru-baru ini. "Karena waktunya bersamaan, saya lebih berat bermain untuk acara perpisahan siswa kelas III sekolah saya. Bagaimana pun juga, sekolah bagi saya lebih penting," ujar Benaya Meitasari Simeon. Dia bersama grup bandnya, SAL 9 yang notabene semua personelnya adalah siswa kelas III SMP swasta tersebut, mengisi acara perpisahan di Krakatau Grand Ballroom Hotel Horison, pekan lalu. Gadis kelahiran 29 Mei 1990 ini diberi peran bermain kibor dan vokal latar. Beberapa lagu yang sedang hit, termasuk ciptaan bandnya sendiri seperti "Kekasih Masa Kecil" dan "Cinta Takkan Menunggu". Bahkan dia sendiri juga diminta berduet vokal bersama bintang tamu Lima Band, finalis Dream Band TV7, untuk membawakan nomor "Demi Nama Cinta". Soal prestasi, Benaya yang penggemar berat musikus klasik Clameti telah menjuarai beberapa kompetisi piano. Di antaranya juara dua kali konser piano di Hotel Santika, juara I lomba piano yang diadakan Sekolah Musik Grasia Parakan, dan juara I piano duet di Hotel Arya Duta Jakarta yang diselenggarakan Sekolah Musik Galaxy, Februari 2005. (D18-45) |