| Senin, 27 Juni 2005 | BANYUMAS |
Munir Lebih Kaya ketimbang TriyonoPURBALINGGA- Kekayaan calon bupati Munir ternyata lebih banyak ketimbang Triyono. Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Imam Yulianto dan Hery Sulistyono menuturkan kekayaan mantan Bupati Pemalang itu Rp 4.348.000.000. Adapun kekayaan Triyono, mantan Bupati Purbalingga, Rp 2.511.846.651. ''Daftar kekayaan itu sudah diaudit lembaga resmi,'' katanya, kemarin. Kekayaan Soetarto Rachmad, calon wakil bupati pendamping Munir, Rp 250.085.949, sedangkan pendamping Triyono, Heru Sudajtmoko, Rp 692.431.582. Pada awal menjadi Wakil Bupati Purbalingga (28 September 2002) kekayaan Soetarto hanya Rp 198.664.473. Adapun saat awal menjabat Sekda Kudus (6 Januari 1999) kekayaan Heru Rp 341.690.000. ''Kekayaan Triyono pada awal menjabat bupati 15 Agustus 2001 Rp 1.591.528.558. Laporan kekayaan itu wajib disampaikan ke publik sebelum mereka menjabat,'' ujar Imam. Kekayaan Munir yang paling mencolok adalah harta tak bergerak, seperti tanah dan bangunan, yaitu Rp 3.750.000.000. Adapun Triyono kurang dari separo, yaitu Rp 1.669.732.000. Harta tak bergerak milik Heru Rp 275.490.000, sedangkan Soetarto hanya Rp 103.260.000. ''Munir mempunyai harta bergerak yang tak dimiliki Triyono, Soetarto, dan Heru, yaitu peternakan, perkebunan, pertambangan, dan usaha lain. Jumlahnya Rp 128 juta. Harta berupa alat transportasi Munir Rp 200 juta. Soetarto justru tak memiliki harta jenis itu,'' katanya. Lima Juta Pada awal menjabat Sekda Kudus, alat transportasi Heru hanya senilai Rp 5 juta. Namun saat mendaftarkan diri menjadi calon Wakil Bupati Purbalingga menjadi Rp 85 juta. Pada awal menjabat Bupati Purbalingga dan saat mencalonkan diri lagi harta Triyono berupa alat transportasi tetap, Rp 241,6 juta. Harta bergerak yang lain milik Munir terbanyak, yaitu Rp 130 juta. Soetarto sama baik awal menjabar wakil bupati maupun mencalonkan diri mendampingi Munir, yaitu Rp 2.175.000. Triyono naik dari Rp 85,7 juta menjadi Rp 131,2 juta. Heru juga naik dari Rp 1,2 juta menjadi Rp 1.445.000. Giro dan setara kas lain milik Munir Rp 140 juta, Soetarto naik dari Rp 93,2 juta menjadi 144,6 juta. Triyono juga naik dari Rp 360,5 juta menjadi Rp 469,3 juta. Adapun Heru dari Rp 60 juta menjadi Rp 330,4 juta. ''Laporan daftar kekayaan itu akan diaudit lagi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada akhir jabatan mereka. Langkah itu untuk mengetahui apakah ada indikasi korupsi saat menjabat sebagai penyelenggara negara atau tidak,'' kata Imam.(F10-53) |