logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Juni 2005 NASIONAL
Line

Atraksi Spektakuler Pecahkan Rekor Muri

Mengendarai Sepeda Motor dengan 45 Gaya


ATRAKSI SEPEDA MOTOR: Lulus Yuniarno melakukan atraksi 45 gaya di atas sepeda motor yang melaju di Jalan Balaputra Dewa, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (24/6). Atraksi tersebut dicatatkan dalam Muri (Museum Rekor Indonesia). (57v) - SM/Tuhu Prihantoro

JALAN Balaputra Dewa, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (24/6) sore ditutup sementara. Ada atraksi spektakuler dari Lulus Yuniarno (44). Dia naik sepeda motor di lintasan sepanjang kira-kira 400 meter dengan 45 gaya.

Disaksikan ratusan pasang mata, atraksi warga Desa Adipasir, Rakit, Banjarnegara itu dilakukan nonstop dengan kecepatan rata-rata 40-60 km/jam.

Di atas sepeda motor Kawazaki Binter GTO buatan 1980 nopol R 3128 BD yang tengah berjalan itu, Lulus duduk bersila dan tangannya menyembah. Gaya itu diulangi saat menutup atraksi.

Dari 45 gaya itu, menurut Sabaruddin, Koordinator Galery MURI Borobudur, yang memiliki risiko tinggi antara lain gaya duduk membelakangi setang dan gaya anjing kencing di sisi kanan/kiri motor.

Gaya lain yang juga berisiko adalah berdiri di atas tangki dan jok, gaya kebo nderum di kanan/kiri jok serta gaya jongkok sambil sujud.

Selain itu, gaya bergelantungan di belakang jok dengan kaki dan tangan lepas seperti orang ketakutan dan bergelantungan di samping kanan atau kiri motor layaknya kernet angkutan mencari penumpang.

Meski demikian, menurut Lulus, gaya yang risikonya paling tinggi adalah ketika tengkurap di jok belakang. Sebab di atas kendaraan yang melaju itu, hanya dadanya yang menempel jok. Ditemui usai pertunjukan, dia berkata, "Kalau sampai dada saya lepas dari jok, wajah dan gigi saya bisa hancur menghantam aspal."

Atraksi Lulus Yuniarno itu sudah dicatat dan secepatnya dilaporkan ke Museum Rekor Indonesia (Muri) Pusat di Semarang.

"Atraksi Lulus sukses. Ia berhasil memecahkan rekor atas pendahulunya yang hanya mampu menunjukkan 28 gaya. Dengan demikian, dia dinyatakan berhasil melampaui batas minimal yang disyaratkan Muri," ujar Sabarrudin.

Pengumuman resmi pemecahan rekor atas nama Lulus Yuniarno tersebut akan disampaikan bersamaan dengan acara pembukaan Galery MURI di Taman Wisata Candi Borobudur, 24 Juli mendatang.

Lulus mulai bisa mengendarai sepeda motor saat berumur 13 tahun (1974). Berbagai jenis dan merek motor pernah dicobanya, seperti vespa dan DKW.

''Namun naik motor besar seperti Harley Davidson dan sejenisnya belum pernah.''

Dia juga menambahkan mulai berani naik motor secara atraktif pada 1980-an atau sewaktu mengikuti konvoi sepeda motor massa parpol dalam kegiatan kampanye pemilu. Saat itu, dia menjadi pekerja Bendung Panglima Besar Sudirman, Mrica, Banjarnegara.

Keterampilan Lulus itu menarik perhatian Drs Agus Irianto, guru SMPN 1 Banjarnegara sehingga memprakarsai atraksi memecahkan rekor di Borobudur.

Semua atraksi direkam dalam VCD dan disampaikan ke MURI. (Tuhu Prihantoro-14m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA