logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Juni 2005 PANTURA
Line

Berkedok "Orang Pintar" Bawa Kabur Perhiasan

TEGAL - Sosok Duriyah (27), warga Desa Wedung, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak sebenarnya tidak menampakkan diri sebagai dukun atau "orang pintar". Namun, siapa sangka dengan mengaku dukun dia bisa memperdayai dua korban sekaligus, yaitu Ahmad Heris (35) warga Kelurahan Debing Tengah, Tegal Selatan dan Richanah (26) warga Debong Kidul, Tegal Selatan.

Dari kedua korban itu, wanita tersebut yang kini menjadi tahanan Mapolsekta Tegal Selatan bisa meraup uang tunai, handphone, dan perhiasan senilai hampir Rp 6 juta.

Ceritanya, sekitar satu bulan lalu tersangka datang ke salah seorang saudaranya yang tinggal di Kelurahan Debong Tengah. Korban Ahmad Heris yang sudah kenal dengan tersangka berkeluh kesah soal perilaku mertuanya.

Dengan dalih memberi pertolongan, tersangka meminta emas untuk direndam dalam air demi kepentingan ritual. Janjinya, dengan ritual tersebut hubungan korban dan mertuanya bisa membaik.

Permintaan tersangka itu pun dipenuhi dan tersangka melakukan ritual hingga malam. Namun, di tengah perjalanan ritual itu korban tertidur dan tersangka membawa kabur perhiasan berupa gelang, cincin, dan kalung.

Aksi penipuan itu pun berlanjut. Sasaran kali kedua ini di rumah korban Richanah yang sudah lama dia kenal. Dengan dalih menumpang shalat, dia menggasak gelang, anting, kalung, dan uang tunai Rp 2 juta yang ditaruh di lemari korban.

Terbongkar

Aksi tersebut terbongkar ketika tersangka kemarin kembali mendatangi rumah korban Ahmad. Dia bermaksud menyampaikan hasil ritualnya. Mengetahui tersangka datang, Richanah langsung melapor ke Mapolsekta Tegal Selatan. Seusai menerima laporan, Kapolsekta AKP Kusnadi lalu menangkap tersangka untuk menghindari amuk massa.

Di hadapan penyidik, tersangka mengaku barang bukti berupa perhiasan sudah dibawa ke tempat tinggalnya di Demak untuk digadaikan. Menurut keterangan dia, hasil gadaian untuk membayar utang Rp 2 Juta. Sementara itu, barang bukti yang disita berupa sebuah gelas yang diduga untuk mengelabui korban Ahmad.

"Mengaku sebagai dukun hanya kedok saja. Dia kami jerat dengan pasal penipuan dan pencurian," kata AKP Kusnadi. Hingga kemarin, pihaknya masih melacak barang bukti lain.(G12-19j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA