| Jumat, 17 Juni 2005 | PANTURA |
43 Siswa SMA Negeri 2 Diterima di PTNPEKALONGAN - Tahun ini merupakan tahun prestasi membanggakan bagi SMA Negeri 2 Pekalongan. Sebab, dalam seleksi Program Penerimaan Siswa Berprestasi (PPSB) dan ujian masuk PTN, 43 siswa sekolah itu bisa diterima di PTN. "Prestasi ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 32 anak. Meski ini sebuah prestasi, juga menjadi tantangan para guru untuk dapat mempertahankan prestasi pada tahun depan, syukur bisa meningkat," kata Kepala SMA Negeri 2 Pekalongan Dra Maryunah. Hal itu dikemukakan dalam sambutannya ketika menerima 22 siswa bintara polisi gelombang II tahun 2004 yang akan magang di sekolahnya untuk mendapat pelajaran praktik Bahasa Inggris. Usai membuka acara, Maryunah didampingi Wakilnya Suhaji SPd mengatakan, meningkatnya jumlah siswa yang diterima di PTN itu tidak lepas dari upaya seluruh guru yang begitu bersemangat dalam memberikan pelajaran kepada siswa. Selama empat bulan, anak-anak kelas III mendapatkan pelajaran tambahan setiap hari 1-2 jam pelajaran. Meningkat Demikian juga para siswa, bersemangat mengikuti pelajaran. "Penerimaan sebanyak itu tentu merupakan kepercayaan pada SMA 2 Pekalongan," katanya. Dia mengakui, hingga beberapa tahun terakhir prestasi sekolah yang dipimpinnya terus meningkat. Prestasi itu bisa dilihat dari prestasi akademik, olahraga, dan seni. Jumlah siswa seluruhnya, kata dia, kini tercatat 802 anak. Khusus kelas III yang sudah ujian 266 anak. Dari sejumlah itu, 43 anak diterima di PTN, sedangkan siswa yang diterima di perguruan tinggi swasta berkualitas jumlahnya cukup banyak. Menurut Kasubaglat Polresta Pekalongan Aiptu Purwanto, magang bagi siswa bintara itu berlangsung sehari di SMA 2 Pekalongan dan dilanjutkan pertemuan dengan Pemda dan Muspida Pekalongan pada hari berikutnya. "Ini untuk memberi bekal kepada mereka agar mendapatkan pengalaman baru di lapangan, setelah mereka mendapatkan pendidikan di Purwokerto," katanya. Pelajaran Bahasa Inggris di laboratorium bahasa itu disampaikan oleh Dra Sri Setyo Rahayu. (A15-37n) |