| Jumat, 17 Juni 2005 | PANTURA |
Simpang Siur, Data Busung LaparBREBES - Data penderita busung lapar di Kabupaten Brebes ternyata simpang siur, sekalipun Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dokter Laode Budiono MPH menyatakan penderita busung lapar di Brebes adalah 17 anak. Kesimpangsiuran data tersebut diketahui setelah beberapa wartawan dari media massa elektronik ataupun cetak mengecek di beberapa tempat, yaitu puskesmas di Kecamatan Bulakamba. Bahkan rombongan wartawan menuju ke salah satu daerah yang ditengarai rawan pangan, yaitu Kecamatan Ketanggungan, namun setelah dicek ternyata tidak ada penderita busung lapar. Awalnya, begitu mendengar ada kabar tentang 17 anak penderita busung lapar di Kabupaten Brebes, beberapa wartawan datang menemui Kadinkes, namun dia tidak berada di kantornya. Sementara itu, telepon selulernya tidak dapat dihubungi. Selanjutnya, mereka menanyakan hal tersebut kepada salah seorang staf Dinkes. Namun, yang ditanya tidak mengetahui secara pasti. Ironisnya, salah seorang petugas kesehatan di Kecamatan Bulakamba yang kebetulan berada di Kantor Dinkes mengungkapkan, dirinya baru mengetahui data itu setelah membaca surat kabar. "Benar Mas, saya mengetahui bahwa ada penderita di Bulakamba dari surat kabar," ujar dia yang tidak mau disebutkan namanya. Kemudian, para wartawan berusaha mencari data ke beberapa staf dan diperoleh informasi ada salah seorang penderita yang menjalani rawat inap di Puskesmas Ketanggungan. Namun pasien itu, bukan menderita busung lapar melainkan gizi buruk. Gizi Buruk Atas informasi itu, selanjutnya mereka segera menuju ke tempat tersebut. Setelah tiba di tempat yang dituju, petugas puskesmas mengatakan, tidak pernah ada penderita gizi buruk yang menjalani rawat inap. "Kami belum pernah menerima pasien yang menderita gizi buruk," ucap salah seorang petugas gizi Puskesmas Ketanggungan, Mustafiyah, saat ditemui wartawan, kemarin. Dia menuturkan, di Kecamatan Ketanggungan memang ada penderita gizi buruk, yaitu sembilan anak dari empat desa, antara lain Baros, Kubangsari, Ciduwat, dan Karangbadung. Namun, ujar dia, sejumlah penderita itu hanya melakukan pengobatan ke puskesmas dan tidak menjalani rawat inap. Seperti diberitakan Suara Merdeka, kemarin, dari 251 penderita gizi buruk di Kabupaten Brebes, 17 anak di antaranya terindikasi busung lapar. Semua penderita itu berada di Kecamatan Bulakamba. Dari 17 penderita busung lapar tersebut, 13 di antaranya mengalami marasmus atau kekurangan energi (13 anak), kwasiorkor atau kekurangan protein (2 anak), dan marasmix atau gabungan kedua penyakit itu (2 anak). (H4-17j) |