| Jumat, 17 Juni 2005 | OLAHRAGA |
Mancini: Ini Era Baru InterMILAN - Pelatih Inter Milan Roberto Mancini sangat gembira dengan gelar juara Piala Italia (Coppa Italia) yang diraih Francesco Toldo cs selepas menaklukkan tamunya, AS Roma 1-0 di San Siro, Kamis dini hari WIB kemarin. Mancini menyebut sukses ini sebagai awal era kejayaan baru bagi Inter. Pelatih berusia 40 tahun itu direkrut dari Lazio pada musim lalu dengan harapan mampu mengembalikan era kejayaan Inter. Kali terakhir klub milik Massimo Moratti itu merebut trofi juara pada 1998 ketika menyabet Piala UEFA. Di Coppa Italia, Nerazzurri terakhir kali juara tahun 1982. "Saya senang karena ini merupakan gelar yang sangat penting bagi klub. Saya pikir, pantas jika kemenangan ini dipersembahkan kepada keluarga Moratti dan fans yang sudah menunggu lama," ujar Mancini. Dengan kemenangan 1-0 pada final seri kedua, Inter secara keseluruhan unggul 3-0. Meski kalah, Roma tetap berhak atas tiket Piala UEFA karena Inter sudah memperoleh tempat di Liga Champions. Bagi Mancini, ini adalah gelar kesembilan yang pernah diraihnya. Ketika masih menjadi pemain, dia menjuarainya sebanyak enam kali dan tiga kali sebagai pelatih bersama Fiorentina (2001), Lazio (2004), serta Inter (2005). "Kami berharap ini merupakan awal dari era baru bagi Nerazzurri. Seluruh suporter bisa bergabung bersama kami dalam perjalanan ke arah sana," tegasnya. Belajar Menang Mancini mengungkapkan, targetnya ketika kali pertama menerima tawaran melatih Inter adalah memenangi Liga Italia atau Liga Champions. Kendati begitu, dia yakin target itu akan tercapai. "Yang terpenting, tim ini sudah belajar bagaimana untuk memenangkan kompetisi," imbuhnya. Pada saat menjamu Roma, Inter tanpa striker Adriano dan gelandang Javier Zanetti yang memperkuat negaranya di Piala Konfederasi 2005. Pasukan Mancini dan anak-anak asuhan Bruno Conti sama-sama aktif menyerang, tapi sampai babak pertama selesai skor tetap 0-0. Pada menit ke-52, tendangan bebas Sinisa Mihajlovic akhirnya membuahkan gol. Gol ini membuat mental tim tamu semakin hancur. Roma bahkan harus bermain dengan 10 orang setelah wasit memberikan kartu merah kepada Leandro Cufre pada menit ke-64. Cufre diusir meninggalkan lapangan karena sengaja menahan bola dengan tangan. Pada babak pertama pemain asal Argentina itu sudah menerima kartu kuning. (rtr,A7-31) |