logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Juni 2005 OLAHRAGA
Line

Benitez Tinggalkan Boca

BUENOS AIRES - Jorge Benitez hanya bertahan tujuh bulan menjadi pelatih Boca Juniors. Keputusan mundur diambil Benitez setelah melihat gambar dirinya meludahi pemain lawan.

Tayangan televisi yang dilihat Benitez adalah gambar pertandingan kedua perempat final Piala Libertadores antara Boca dan Guadalajara yang berakhir 0-0, Rabu lalu. Ketika itu pertandingan harus dihentikan pada menit ke-79 selepas terjadi perkelahian antarpemain.

Perkelahian itu lalu berbuntut kartu merah yang diterima penyerang Guadalajara Adolfo Bautista dan striker Boca Martin Palermo. Insiden ludah Benitez itu terjadi pada saat Bautista berjalan menuju ruang ganti dan melewati sang pelatih.

Ketua Boca Mauricio Macri menjelaskan, seusai penayangan insiden itu, Benitez langsung mengajukan pengunduran diri. ''Dewan direktur sepakat untuk menerima pengunduran dirinya," ujar Macri, kemarin.

Benitez ditunjuk melatih Boca menggantikan Carlos Bianchi yang mengundurkan diri pada November 2004.

Santos Tersingkir

Sementara itu, Santos, juara Brasil, tersingkir dari perempat final Piala Libertadores. Kemarin, mereka ditumbangkan tim senegaranya, Atletico Paranaense, dengan skor 0-2. Paranaense selanjutnya jumpa Guadalajara pada semifinal.

Sukses Paranaense merupakan sebuah kejutan. Sebab, di kompetisi domestik, mereka terpuruk di papan bawah. Pada partai pertama Santos menyerah 2-3.

Santos bermain tanpa bek sayap Leo dan bintang muda Robinho. Keduanya absen lantaran membela Brasil di Piala Konfederasi.

Aloisio melepaskan tembakan keras yang menghasilkan gol pertama pada menit ke-17. Di babak kedua, Aloisio kembali membungkam suporter tim tuan rumah dengan sebuah gol tambahan.

Dua tiket semifinal akan diperebutkan Sao Paulo melawan Tigres dan River Plate versus Banfield. (rtr,A7-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA