logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Juni 2005 OLAHRAGA
Line

Barisan Pertahanan Jerman Belum Solid

FRANKFURT - Seperti yang pernah dikhawatirkan Franz Beckenbauer, mantan pemain dan pelatih Jerman, barisan Tim Panser ternyata belum solid.

Jerman memang menang tipis 4-3 atas Australia pada laga pertama Piala Konfederasi 2005 Grup A di Cologne, kemarin, tapi lini belakang mereka masih mengkhawatirkan.

Kuartet lini belakang yang diisi Thomas Hitzlsperger, Per Mertesacker, Robert Huth dan Arne Friedrich belum kompak sehingga kebobolan tiga gol. Dalam bertahan, kinerja kuartet itu perlu dibenahi. Sementara dalam menyokong serangan boleh dibilang tak ada masalah.

''Lini belakang tetap membutuhkan kehadiran pemain berpengalaman. Bek-bek muda itu memang berbakat, namun mereka belum teruji,'' kata Beckenbauer.

Komentar senada dilontarkan Ottmar Hitzfeld, eks pelatih Bayern Munich. Barisan pertahanan Jerman, lanjut dia, perlu menghadirkan pemain berpengalaman.

''Pemain-pemain belakang yang ada sekarang masih miskin pengalaman internasional,'' ungkap Hitzfeld yang masih menganggur sejak meninggalkan Bayern pada 2004.

Di Piala Konfederasi 2005, Pelatih Jerman Juergen ''Klinsi'' Klinsmann sengaja tak memasukkan bek tengah veteran Christian Woerns. Dia melakukan itu karena ingin melakukan regenerasi dan demi target merebut Piala Dunia tahun depan.

Soal Relawan

Dalam pada itu, seperti halnya yang terjadi dalam setiap acara besar olahraga dunia, tim relawan pun menjadi andalan panitia penyelenggara Piala Konfederasi untuk memenuhi kebutuhan para pemain, ofisial, penonton dan wartawan. Lebih dari 2.000 orang, dari sekitar 12.000 pelamar, mendukung keberhasilan penyelenggaraan Piala Konfederasi kali ini.

Sekitar 300 orang dari relawan itu ditempatkan di Hanover, tempat penyelenggaraan tiga pertandingan, di antara mereka terdapat Annika Baeuerlen dan Niels Haupt.

"Saya ingin menjadi bagian dari segala hal," ungkap Haupt. Wanita berusia 32 tahun itu ditempatkan pada bagian yang harus bertanggung jawab terhadap tim peserta, termasuk berbagai masalah tentang turnamen itu.

"Pekerjaan ini menyenangkan dan terasa lucu. Saya menyaksikan pertandingan pertama dan melihat banyak bintang sepak bola," kata karyawati sebuah bank yang menjadi relawan paruh waktu itu.

Dia menjadi relawan pada petang hari dan saat libur kerja. Bagi dia, terasa menyenangkan menjadi bagian dari suatu pekerjaan besar.

Baeuerlin setuju dengan pendapat rekannya itu, khususnya bagi orang yang menyenangi olahraga seperti dirinya. "Saya amat menyukai olahraga, termasuk menyelenggarakan event besar," tutur mahasiswi berusia 21 tahun yang baru pindah ke Hanover itu.

Baeuerlin bekerja di pusat penjulan tiket di Hanover pada pintu masuk ke stadion. Dia merasakan pengalaman yang diperolehnya amat berharga. (rtr,A7,ant-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA