logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Juni 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

PPNI untuk Perawat dan Masyarakat

Menanggapi tulisan Sdr Abul Muchid 27 Mei 2005 di Surat Pembaca berjudul ''Untuk Siapa PPNI'' bersama ini saya sampaikan info sbb: PPNI, organisasi profesi perawat yang salah satu perannya ''menjaga mutu profesi dan membina kompetensi anggota''.

Peran tersebut merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat pengguna jasa pelayanan keperawatan/kesehatan. Bentuk dari pelaksanaan peran tersebut, merekomendasikan anggota untuk mendapatkan (SIP), (SIK) dan (SIPP) seperti yang tercantum dalam Kepmenkes No 1239 Tahun 2001.

Agar PPNI dapat merekomendasi anggotanya secara valid dan dapat dipertanggungjawabkan, diperlukan sistem uji standar kompetensi. Untuk itu diperlukan lembaga regulator independen yang melakukan uji kompetensi anggota secara legal dan akuntabel.

Kalau di luar negeri lembaganya bernama Council Keperawatan. Saat ini di Indonesia belum ada UU yang mengatur hal itu. Di Jateng tugas tersebut saat ini dilakukan Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) yang dibentuk berdasar SK Gubernur no 24 Tahun 2004.

Majelis ini terdiri utusan 5 organisasi profesi kesehatan (IDI, PDGI, ISFI, IBI dan PPNI). Pemerintah yang diwakili dinas kesehatan provinsi, asosiasi pendidikan profesi kesehatan dan lembaga konsumen. Yang diuji tidak hanya perawat, tetapi juga dokter umum, dokter gigi, apoteker (farmasis) dan bidan. Agar lebih jelas, Sdr saya anjurkan bergabung menjadi anggota.

Ketua PPNI Jateng

Sunar SST

***

Kenapa Bisa Begitu?

Sebagai bangsa Asia, kita tentu bangga menyaksikan Park Ji-sung dan Lee Young-pyo menjadi stater PSV di semi final Liga Champion. Bahkan Park dan Lee inilah yang menjadi tulang punggung PSV merebut Holland Casino Eredirisie 2004/2005.

Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, China dan bangsa-bangsa ras kuning Asia; Jepang dan Korea Selatan, memperlihatkan kemajuan luar biasa. Terjadi invasi besar-besaran pemain 'ras kuning' ke Eropa.

Nama pemain seperti Hidetoshi Nakata. Shinji Ono, Junichi lnamoto, Shunsuke Nakamura (Jepang), Song Chong-guk, Seol Ki-hyeon, Ahn Jung-hwan (Korsel), dan Li Tie, Sun Jihai, Qu Bo, Shao Jiayi, Li Weifing (China), menyita perhatian publik.

Kata ayah saya, etnis Tionghoa sebenarnya sudah menekuni sepak bola di era 1950-an dan 1960-an. Ketika itu sekitar 50 persen pemain tim nasional (timnas) Indonesia adalah warga etnis Tionghoa. Nama-nama pemain seperti Tan Liong Houw (Latif Harris Tanoto), Kuin Ciang, Phwa Sian Liong, The San Liong, Chris Ong, Tek An, Tjan Peng Kong, Mulyadi, Surya Lesmana begitu tersohor.

Prestasi terbaik lndonesia di era itu adalah menahan seri 0-0 Uni Soviet di Olimpiade Melbourne 1956. Tapi itu semua hanyalah kenangan indah masa lalu. Jangankan di timnas, di klub-klub peserta kompetisi Liga Indonesia juga sangat sulit ditemukan saudara Tionghoa kita. Bahkan nyaris tak ada. Kenapa bisa begitu?

Padahal di cabang olahraga lain, semisal basket, bola voli, tenis, bulutangkis, dan bahkan tinju, atlet dari etnis Tionghoa telah terbukti mengharumkan nama bangsa.

Joko Suprayoga

Jl Raya Sapen 99 Sukorejo Kendal

***

Gersangkah Kotaku...

Era tahun 80-an kita masih gampang menjumpai jalak uren, kutilang, manyar, gelatik yang berseliweran dan hinggap di antara pepohonan di dalam kota. Juga masih gampang mendapatkan ikan lele, tawes, melem, mujair dengan memancing di sungai dalam kota.

Kita masih merasakan sejuk jalan kaki di trotoar tanpa terganggu lubang dan PKL karena banyak pohon rindang di sepanjang jalan. Tapi sekarang keadaannya berbalik 180 derajat. Burung/satwa hampir punah, ikan di sungai sudah langka dan di sana-sini kotor serta udara panas.

Ulah siapa, jawabnya ya kita semua yang kurang peduli terhadap lingkungan hidup. Untuk itu tanggal 3 Juni 2005 sebagai Hari Lingkungan Hidup, mari jadikan sebagai hari kebangkitan. Kita semua bersama pemerintah bertindak proaktif:

Stop penangkapan satwa, stop penangkapan ikan dengan bahan kimia aatau listrik, stop pencemaran limbah berbahaya, stop penebangan pohon secara membabi-buta. Juga adakan pelepasan ke alam bebas burung/satwa yang hampir punah. Lakukan penghijauan di pekarangan rumah, kantor atau sekolah.

Lakukan penghijauan di sepanjang jalan kota, pohon biarkan rimbun. Jangan digunduli terus yang hanya mementingkan estetika saja. Dengan penghijauan di area dalam kota bisa sebagai pengganti hutan kota. Saya sendiri sehari-hari sebagai pengelola perusahaan persewaan becak (becak Mr Big) dan pedagang rongsok.

Arif Budiadji

Jl Kalibener 453 Rt 3/Rw 2 Kranji, Purwokerto

***

Jawaban Asmuni

Terima kasih atas kepedulian Pak Adhianto, kersa pinarak di warung saya Rujak Cingur Asmuni, Jl Raya Jati Pasar, telp 0321-495450 Mojokerto. Dalam alamat disebutkan Jombang, agak keliru sedikit tapi tak apalah. Adapun kegiatan saya sekarang membina ludruk lokal Mojokerto.

Paradigma lakon lama seperti Sarip Tambak Oso, Branjang Kawat, sudah tidak zamannya lagi. Saya bina ludruk seperti selera sekarang, karena kebudayaan/kesenian harus berlaku nut jaman kelakone, dan hasilnya cukup memadai. Di bawah ini saya kutipkan Jula Juli, lagu yang populer di Jawa Timur sebanyak 2 pada:

Aku yen nonton nasibe seniman

Nyambut gawe bengi direken awan

Ketoke sepele ngentekna pikiran

Abot abote njaga kabudayan

Aja lunga aja nglampra

Sumber asin durung bayaran

Aja ngina sak padha bangsa

Sugih miskin wis ginanjaran

Salam hangat penuh semangat kepada seluruh pembaca Suara Merdeka, juga salam katur Ki Manteb Sudharsono, Ki Anom Suroto, Yati Pesek, Marwoto dan sesama seniman yang senang membaca Suara Merdeka. Salam hangat

Asmuni (pelawak)

Jati Pasar Rt 2/Rw 2 Trowulan, Mojokerto

***

MTV Sky Berbeda dengan MTV

Melihat makin beredarnya keluhan masyarakat tentang kerja sama Flexi dengan MTV mengenai SMS content info (Surat Pembaca 15 Juni 2005), kami manajemen dari radio MTV Sky (Jakarta 101,4FM, Semarang 90,20FM, dan Jogjakarta 88,7FM) menjelaskan bahwa kami adalah perusahaan yang terpisah dan berbeda dengan MTV Indonesia (MTV TV).

Kami sering mendapat keluhan dari beberapa pendepar lewat telepon, email, atau surat mengenai isu yang sama sekali tidak ada hubungan dengan perusahaan ini. Kami berharap keluhan mengenai hal tersebut dialamatkan ke institusi yang semestinya.

Tommy Trisdiarto

Head of Corporate Communications MRA Broadcast Media Division

***

Tanggapan PT Askes

Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Sdr Sakir Jl Tawangsari Utara 74 Semarang yang menulis di kolom Surat Pembaca. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan Sdr dalam memperoleh pelayanan, baik di pemberi pelayanan kesehatan mau pun di kantor PT Askes.

Kami telah melakukan pembinaan terhadap karyawan tersebut, dengan harapan hal ini tidak akan terulang. Kami juga memberi informasi bahwa semua peserta Askes punya hak dan kewajiban sama. Salah satu hak adalah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis.

Pelayanan oleh pemberi pelayanan kesehatan yang ditunjuk PT Askes secara menyeluruh, mulai rawat jalan tingkat pertama, rawat jalan lanjutan, rawat inap termasuk tindakan/operasi. Juga penunjang diagnostik sampai dengan rehabilitasi medis serta bila diperlukan alat kesehatan.

Semua pelayanan kesehatan ini termasuk pemberian obat sesuai DPHO PT Askes yang sebenarnya mencukupi untuk semua jenis penyakit. Hanya saaja tidak semua merek dalam jenis obat masuk ke dalam DPHO (satu jenis obat bisa terdiri puluhan bahkan ratusan merk).

DPHO bukan disusun PT Askes, melainkan oleh para dokter ahli dan para ahli pharmasi dari banyak rumah sakit atau dari perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Obat-obatannya terdiri atas obat generik an obat patent, baik buatan dalam negeri maupun luar negeri. Sampai kini kami belum dapat memenuhi semua merk obat yang beredar. Tetapi dalam DPHO secara periodik melakukan penyesuaian jenis dan merk obat sesuai perkembangan penyakit.

Bila masih membutuhkan info atau memberi saran/kritik, silakan menghubungi PT Askes (Persero) kantor Cabang Utama Semarang Jl Sultan Agung 144 Semarang telp (024) 8447698 atau hotline service 0815 657 9791.

Kepala PT Askes KCU Semarang

Dokter Taufik Hidayat MM


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA