logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Juni 2005 MURIA
Line

Desa Jadi Ajang Kampanye

BLORA - Hari ketujuh kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Blora, terbilang adem ayem. Empat pasangan calon bupati (cabup) dan wakil bupati (cawabup) kemarin hanya melaksanakan kampanye tertutup di beberapa tempat. Mereka mengonsentrasikan pelaksanaan kampanye di pelosok pedesaan. Tujuannya, tentu untuk mendapat dukungan warga di desa-desa tersebut.

Berdasarkan data dari Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada, pasangan Rubiyanto-Bambang Wijarko SH, kemarin menggelar lima kali kampanye tertutup di empat rumah warga dan sebuah gedung pertemuan. Yakni di rumah Supangat, warga Desa Tempuran, Kecamatan Blora. Selanjutnya berturut-turut kampanye tertutup digelar di rumah Suhar, warga Desa Patalan, dan Karsono, warga Desa Turirejo, serta di rumah Darsono, warga Desa Sitirejo, Kecamatan Tunjungan.

Sementara itu pasangan HM Hartomy Wibowo-Ir Bambang Susilo melakukan kampanye di rumah Marsik, warga Desa Doplang, Kecamatan Jati. Selanjutnya, kampanye pasangan yang diberangkatkan PDI-P ini melakukan kampanye tertutup di rumah Warsit di Desa Menden, Kecamatan Kradenan.

Pasangan cabup-cawabup lainnya, yakni Drs Didik Lukardono-H Mahmudi Ibrahim dan pasangan Ir Basuki Widodo-Drs Yudhi Sancoyo MM, tidak ada pemberitahuan kepada Panwas Pilkada untuk melaksanakan kampanye.

Dukungan

Sementara itu, meski mereka tidak melakukan kampanye, pasangan yang diberangkatkan Partai Golkar, Basuki Widodo-Yudhi Sancoyo mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat di Kecamatan Kedungtuban, saat mereka datang di kecamatan ini. Beberapa warga yang berasal dari beberapa partai mendeklarasikan diri untuk mendukung terpilihnya kembali Basuki Widodo sebagai bupati.

Selain itu, dukungan serupa diberikan oleh beberapa pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kedungtuban. Ada beberapa alasan yang dikemukakan saat memberikan dukungan tersebut. Di antaranya, belum ada seorang bupati/walikota di seluruh tanah air yang bersedia menjadi ketua HKTI kabupaten, kecuali Basuki Widodo. ''Tekat Pak Basuki bersama petani Blora membangun ekonomi yang berbasis pertanian dan pedesaan telah memotivasi kader-kader HKTI secara individu untuk mendukungnya,'' ujar Ketua HKTI Kedungtuban, Sutrisno. (aiz-15d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA