| Jumat, 17 Juni 2005 | SEMARANG |
HUT Ke-8 MDSBerdiri di Kursi Lihat Pedansa AfrikaDI tengah gemuruh bunyi air hujan yang cukup deras, alunan lagu "Selamat Ulang Tahun" terdengar membahana di restoran Miramar Plasa Semarang, belum lama ini. Beberapa penari meliuk-liukkan badannya mengikuti alunan musik sembari mengitari sebuah replika angka delapan yang cukup besar. Tepuk tangan penonton yang bergemuruh menjadikan suasana semakin riuh. Usai lagu tersebut, puluhan hadirin saling berpasangan dan berbaris rapi mengitari ruangan. Tak lama kemudian, musik pun berganti, pasangan itu pun berpisah berbaur membentuk barisan baru lagi. Berbagai perubahan posisi terus mereka lakukan dengan berbagai gerakan dansa, baik line dance (banyak orang) dan couple dance (berpasangan). Tepuk tangan hadirin terdengar bergemuruh ketika sepasang penari dari Afrika Selatan melakukan berbagai gerakan dansa. Kelenturan dan ketepatan gerakan mengikuti hentakan musik dipertunjukkan secara apik oleh pasangan Michael Wintink dan Tebogo. Applause pun selalu mengiringi langkah dan gerakan pasangan itu. Beberapa hadirin bahkan memilih berdiri di atas kursinya agar dapat menyaksikan aksi memikat pasangan tersebut. Pemandangan yang berlangsung di Miramar tersebut merupakan perayaan HUT Ke-8 Metro Dance Club (MDC). MDC didirikan pada 8 Juni 1997 hingga sekarang anggota tetapnya mencapai sekitar 170 orang. "MDC merupakan wadah yang mengakomodasi hasrat para pecinta dansa dalam menyalurkan hobi dan bakatnya," tutur Yoga Pangemanan, Dewan Penasihat MDC di sela-sela acara. Saat ini, tambah Yoga, melalui IODI (Ikatan Olahraga Dansa Indonesia), dansa sudah termasuk sebagai salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan oleh KONI. Keputusan itu terhitung mulai Maret 2005. Menurut Yoga, dansa merupakan perpaduan antara seni tari (gerakan tubuh mengikuti iringan musik), olahraga (kelenturan tubuh), speed (kecepatan), dan stamina. "Semarang berhasil mengirimkan dua wakilnya (sepasang) yaitu April dan Wawan untuk mengikuti Pelatnas dansa di Jakarta. Mereka selanjutnya akan bertanding di kejuaraan Asean Games yang akan dilangsungkan 27 November 2005 di Filipina," papar Yoga. Bagaimana dengan pandangan miring sebagian orang bahwa dansa hanyalah sekadar hura-hura? Menurut Yoga, pendapat itu didasari pada kejadian pada masa lalu di mana dansa hanya digelar di night club sehingga harus membutuhkan uang banyak. "Sekarang, tempat bukan menjadi faktor utama, namun yang penting adalah sarana musik saja," ujar Yoga. Dalam sepekan, MDC rutin mengadakan latihan sebanyak dua kali yaitu pada Selasa dan Rabu (pukul 19.00-21.00) di restoran Miramar. Biaya sekali latihan sebesar Rp 10.000. (Hernandhono-54h) |