| Jumat, 17 Juni 2005 | SEMARANG |
Warga Pertanyakan Lagi Normalisasi Saluran
GENUK - Warga Genuk Indah Kelurahan Gebangsari Kecamatan Genuk kembali mempertanyakan kelanjutan normalisasi saluran Gebangsari. Mereka berharap Pemkot tak melupakannya karena persoalan itu sudah disampaikan warga sejak 2003. Ketua RW 4 Kelurahan Gebangsari Mas'ud, belum lama ini mengatakan, dalam berbagai pertemuan, warga sering mempertanyakan kelanjutan normalisasi. Warga menuntut bukti kesungguhan Pemkot yang dua tahun lalu sudah menyatakan akan menormalisasi saluran tersebut. Untuk diketahui, saluran itu pernah dikeruk sementara pada dua tahun silam. Culvert box untuk gorong-gorong sudetan saluran Kaligawe ke Kali Sringin juga telah dibuat. Namun sampai sekarang penanganan sungai itu belum ada tindak lanjutnya. "Warga juga meminta Pemkot membantu peninggian Jl Padi Raya karena sering tergenang," kata Mas'ud. Investor Sementara itu Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ir Tata Pradana mengatakan, Pemkot akan segera menawarkan penanganan saluran Gebangsari dan pembangunan saluran hingga ke Kali Sringin kepada investor. Kelak investor diminta membuat usulan, perencanaan, metode, dan anggaran. Namun, usulan tersebut juga harus disesuaikan dengan term of reference (TOR) atau kerangka acuan yang dibuat Pemkot. Sebelum proyek dilaksanakan, antara investor dan Pemkot akan menandatangani kerja sama. Di dalamnya termasuk penentuan waktu dan cara Pemkot membayar kepada investor tersebut. Penjelasan serupa juga disampaikan Kasi Operasional dan Pemeliharaan DPU Kota Semarang Ir Fauzi MT. Dia mengatakan, saat ini TOR sudah jadi. Setelah pilkada, proyek itu akan ditawarkan kepada investor. Usulan yang disampaikan investor itu akan diuji kembali oleh para pakar hidrologi dari Lembaga Masyarakat Peduli Banjir Kota Semarang (LMPBL) dan Universitas Diponegoro. Dia menjelaskan, secara umum saluran Gebangsari yang saat ini hanya selebar lebih kurang tiga meter itu akan dilebarkan menjadi delapan meter. Kedalaman saluran itu 2-3 meter. Secara keseluruhan saluran dari Gebangsari hingga Kali Sringin panjangnya sekitar 2,8 km, sedangkan panjang saluran Gebangsari hingga ke saluran Kaligawe sekitar 800 meter. Kelak pada muara saluran, yakni di samping tembok milik Tensindo, akan dipasang pompa untuk menyedot air saluran kemudian dibuang ke culvert box. Melalui gorong-gorong itulah air dialirkan ke saluran yang menuju ke Terminal Terboyo melalui lingkungan industri hingga terus ke Kali Sringin. "Diharapkan genangan di wilayah Terboyo juga akan tertangani," ucap dia. (G6-54n) |