| Jumat, 17 Juni 2005 | SEMARANG |
Hujan 18 Jam Guyur SemarangSEMARANG- Hujan yang mengguyur Kota Semarang selama lebih kurang 18 jam, sejak Rabu (15/6) pukul 23.00 menyebabkan beberapa tempat tergenang. Hingga Kamis (16/6) siang, genangan masih terlihat. Dalam pengamatan Suara Merdeka, genangan air terjadi di Jalan Mpu Tantular, Ronggowarsito, sebagian Arteri Yos Sudarso, dan kawasan Perumahan Tanah Mas. Di Jalan Yos Sudarso, genangan mencapai di atas mata kaki orang dewasa terlihat di dekat SPBU di wilayah Kelurahan Bandarharjo. Kondisi semacam itu memaksa semua kendaraan, termasuk truk dan bus dari arah pelabuhan yang melalui lokasi tersebut berjalan perlahan. Beberapa sepeda motor terlihat mogok akibat mesinnya kemasukan air. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Selain di Jl Arteri Yos Sudarso, genangan juga terlihat di Jl Ronggowarsito, tepatnya di dekat kantor Kelurahan Tanjungmas. Meski demikian genangan tersebut tidak terlalu menimbulkan persoalan, sebab kendaraan yang melalui jalan itu rata-rata berukuran besar, sejenis trailer. Di kompleks Perumahan Tanah Mas, air menggenang di beberapa ruas jalan yang permukaannya rendah, seperti Jalan Kuala Mas Raya dan beberapa jalan yang lain. Pada pagi hari ketinggian air mencapai 40 cm. Namun setelah pompa-pompa air dioperasikan, pada sore hari genangan menyusut. Tekanan Rendah Nurzaman, prakirawan meteorologi Kantor BMG Maritim di Jalan Jembawan mengatakan, level muka air laut pada pukul 10.00 sekitar 0,8. Sementara level permukaan rata-rata air laut sekitar 0,6. Dia memperkirakan, hari ini (Jumat, 17/6) level muka air laut akan mencapai 1,0. Dengan adanya data tersebut, maka genangan yang muncul di berbagai lokasi tersebut lebih banyak akibat hujan Rabu malam pukul 23.00 sampai Kamis pukul 08.00. Walaupun tidak terlalu lebat, kondisi semacam itu bisa menyebabkan genangan di Kota Semarang. ''Musim kemarau bukan berarti tidak terjadi hujan,'' kata dia. Turunnya hujan, kata dia, dipengaruhi tekanan udara rendah (dipole mode negative) di Samudera Indonesia, tepatnya di sebelah barat daya Sumatera. Sebenarnya, tekanan udara tersebut merupakan proses yang alamiah, namun tidak wajar terjadi pada musim kemarau. Itulah yang mengakibatkan turunnya hujan pada hampir semua wilayah di pesisir Pulau Jawa. ''Anomali cuaca itulah yang kemudian membentuk awan dan mengakibatkan hujan. Namun potensi hujan yang turun mulai dari ringan sampai sedang,'' jelasnya. Secara terpisah, Kasubdin Pengairan DPU Kota Semarang Ir Prasetyo Kentjana Dipl HE mengatakan, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir ini tidak terlalu mengkhawatirkan. Meski demikian, tetap berpotensi menimbulkan genangan. ''Untuk itu, kami mengoperasikan semua pompa air yang agar genangan cepat surut,'' kata dia. (G6,H6-36) |