| Jumat, 17 Juni 2005 | SEMARANG |
Bidik Pemilih Tionghoa Soediro Kampanye di PecinanSEMARANG- Pasar tradisional rupanya masih menjadi tempat favorit bagi calon wali kota untuk menggalang dukungan suara. Tak terkecuali HM Soediro Atmo Prawiro, cawali yang diusung Partai Demokrat, tak sungkan blusukan ke pasar-pasar untuk mendatangi para pedagang. Pada kampanye putaran kedua, Kamis (16/6), Soediro mengunjungi Pasar Gang Baru, di kawasan Pecinan. Sebelum berbelanja dan menebar kaus kampanye, Soediro singgah di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok. ''Saya menyampaikan sumbangan yang dihimpun sejumlah elemen masyarakat, termasuk etnis Tionghoa, kepada pengurus Kelenteng Tay Kak Sie. Sumbangan itu bukan semata-mata dari saya pribadi. Saya hanya menyumbang sebagian, dan sebagian lagi dari masyarakat lain,'' ujar Soediro. Berkunjung ke kawasan Pecinan, bagi dia, bukan semata-mata demi membidik suara. Soediro mengaku ingin merangkul semua elemen, termasuk etnis Tionghoa. Termasuk pada peringatan 600 tahun pendaratan Laksamana Cheng Ho. Meski tidak terlibat aktif, dia ingin menjadikan kegiatan itu sebagai momentum membuka akses wisata budaya di Semarang. ''Sebagai warga Kota Semarang, saya ingin dapat menyukseskan acara itu,'' katanya. Sekitar sepuluh mobil mengiringi kampanye Soediro ke Pecinan. Iring-iringan itu juga dimeriahkan oleh para pemain perkusi yang menabuh tambur. Gembreng dan simbal dipukul berkali-kali mengiringi bebunyian terompet yang ditiup sepanjang perjalanan dari Gang Lombok menuju Gang Baru. Sampai di Gang Baru, Soediro dan rombongan disambut puluhan pedagang. Mereka berebut menyalami calon wali kota itu. Beberapa pedagang bertanya,'' Apa ini Pak Walinya?'' Selama menyusuri gang sempit padat pedagang itu, Soediro selalu menebar senyum. Istrinya bahkan memborong jajan pasar seperti lemper, jakwee, dan kacang rebus. Para pedagang berebut bersalaman sembari meminta agar dagangannya ikut diborong. Seorang bakul jamu gendong bahkan menawarkan beras kencur kepada Soediro. Dan pemilik perusahaan Bus Sindoro Satriamas itu pun bersedia minum jamu gendong sambil berdiri. Sejumlah tokoh Tionghoa tampak menyalami cawali itu. Dari Gang Baru, rombongan itu beranjak menuju Pasar Johar. Selain mengunjungi pasar tradisional, kampanye Soediro-Musyafir diisi dengan berbagai kegiatan sosial berupa pengobatan gratis di delapan titik, memberikan bantuan pendidikan, mengunjungi rumah susun, dan menghadiri pengajian. Selain itu, orasi keliling di 16 kecamatan dilakukan oleh massa simpatisan Soediro-Musyafir. (H5-36) |