| Jumat, 17 Juni 2005 | KEDU & DIY |
Mengadu ke DPRD DIYTuna Netra Minta Fasilitas UmumYOGYAKARTA - Para penyandang tuna netra yang tergabung dalam Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) meminta pemerintah memperhatikan fasilitas umum untuk mereka. Sebab saat ini banyak fasilitas umum tetapi tidak disediakan untuk penyandang cacat. ''Misalnya di terminal maupun tempat umum lain belum tersedia fasilitas untuk kami, seperti jalan,'' keluh salah seorang aktivis ITMI Moh Azan ketika berdialog dengan DPRD DIY, kemarin. Selain mengeluhkan soal ketidaktersediaan fasilitas umum bagi mereka, dia menginginkan agar instansi terkait terutama Dinas Sosial, memberi pelatihan ketrampilan untuk tuna netra. Selama ini ketrampilan yang mereka punyai hanya memijat. Padahal menurutnya banyak para penyandang tuna netra itu ingin berusaha di bidang lain. Salah satunya adalah bisa belajar bahasa Inggris. Apalagi ketrampilan berbahasa asing di Kota Wisata ini sangat diperlukan, mengingat banyak para turis dari mancanegara. Menanggapi keluhan para penyandang cacat mata tersebut, Sri Astiwi dari Dinas Sosial DIY meminta agar ITMI memberikan daftar anggotanya. Karena dari data itulah Dinas Sosial bisa melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. ''Sebenarnya sudah ada program kegiatan, namun kami tunggu-tunggu tidak pernah ada kabar dari ITMI,'' ujarnya. Berkaitan dengan hal tersebut, anggota DPRD DIY Afnan Hadi yang memfasilitasi pertemuan mengimbau agar dinas terkait lebih proaktif. Namun dia juga minta para penyandang cacat bisa mengajukan rencana kegiatan secara terjadwal sehingga dinas bisa mengalokasikan anggarannya.(D19-55m) |