| Jumat, 17 Juni 2005 | KEDU & DIY |
Ketua DPRD Tetap Hormati Proses Hukum
MAGELANG - Ketua DPRD Kota Magelang Tri Djoko Minto Nugroho tetap akan menghormati proses hukum yang sedang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) dalam upaya mengusut dugaan korupsi APBD 2003. ''Seperti yang lalu-lalu, saya selalu menghormati supremasi hukum. Namun, mohon asas praduga tak bersalah juga dihormati,'' ujarnya. Dia mengemukakan hal itu untuk menanggapi Kejari Kota Magelang yang telah meningkatkan status pemeriksaan dugaan korupsi APBD 2003 dari penyidikan menjadi penyidikan dan menetapkan tersangkanya. ''Inisial tersangkanya T dan kawan-kawan. Saya menyebut dan kawan-kawan karena tersangkanya akan terus bertambah, bisa lima, bisa sepuluh, dan seterusnya. Pekan depan seksi pidana khusus mulai memeriksa para tersangka. Saya juga sudah menandatangani surat perintah penyidikan,'' ungkap Kepala Kejari Syarfudji SH, Rabu lalu (Suara Merdeka 16/1). Supremasi Hukum Saat ditemui di kantornya, Tri Djoko mengungkapkan, apa yang disampaikan Kepala Kejari itu merupakan tugas dan tanggung jawabnya. ''Pesan saya, jangan sampai Kejari meningkatkan status berdasarkan desakan sekelompok anggota masyarakat yang tidak senang secara pribadi dengan calon-calon tersangka. Mohon itu dilakukan berdasarkan proses hukum dan bukan atas desakan apa pun sehingga menghormati supremasi hukum,'' paparnya, kemarin. Dia meminta, jangan sampai penekanan-penekanan itu berindikasi untuk menggagalkan pilkada Kota Magelang. Jika tujuannya untuk itu, akan dikembalikan kepada masyarakat. Karena dia tahu, orang-orang yang mengatasnamakan aliansi pilkada bersih dan lain-lain belum tentu dari masyarakat yang bersih. Ketua DPRD juga mengajak semua pihak untuk berintropeksi diri agar kehidupan bermasyarakat di Kota Magelang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan porsi masing-masing. ''Saya sangat menghormati euforia yang berkembang di masyarakat. Namun, euforia itu ternyata berkembang menjadi ketidaksenangan secara personal,'' tandasnya. Tri Djoko menekankan, selama ini dirinya selalu kooperatif saat dimintai keterangan oleh Kejari. ''Itu pun saya masih dituduh ada permainan ini dan itu, jadi tidak fair. Belum lagi ada tuduhan bahwa saya menggunakan kekuatan. Pada hemat saya, itu tuduhan yang tidak sehat.'' Dia mengimbau para anggota masyarakat agar jangan sampai mau diogrok-ogrok oleh kelompok kecil karena alasan ketidaksenangan secara pribadi. Kondisi Kota Magelang yang kondusif harus dijaga bersama, apalagi sebentar lagi akan menggelar pilkada yang seharusnya berlangsung sesuai dengan jadwal dan sukses. ''Siapa sih manusia yang sempurna di dunia ini, itu yang perlu kita sadari dan hormati,'' ujarnya sambil menambahkan, yang mereka lakukan itu sudah menjurus kepada pembunuhan karakter dan berimplikasi pada penggagalan pilkada. (P60-55j) |