logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Juni 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Anak Afrika Dikorbankan di Inggris

LONDON - Kepolisian Inggris menduga anak-anak Afrika diperdagangkan ke Inggris untuk dikorbankan dalam ritual-ritual ilmu hitam. Kepolisian Metropolitan Inggris memberikan konfirmasi Kamis kemarin bahwa mereka telah melakukan studi tersebut terhadap komunitas Afrika dan Asia di London. Penelitian itu bertujuan mengurangi risiko penyiksaan anak. Studi itu dilakukan setelah ditemukan sejumlah kasus penyiksaan anak Afrika di London.

Menurut polisi, mereka telah 10 bulan lebih mengadakan serangkaian lokakarya di London timur dengan komunitas Asia dan Afrika. Mereka membahas isu-isu seperti penyunatan kelamin wanita, kawin paksa, dan penyiksaan anak terkait dengan ritual keyakinan. BBC melaporkan, temuan kasus pengorbanan anak itu sangat mengerikan. Anak-anak itu berasal dari komunitas Afrika di London. Mereka diduga dikorbankan untuk ritual-ritual magis yang dipraktikkan oleh komunitas Afrika.

''Orang-orang nekat itu menggunakan para ahli sihir untuk memberikan mantra-mantra,'' tulis BBC mengutip studi itu. ''Peserta lokakarya mengatakan, pengorbanan anak dilakukan untuk menambah kekuatan mantra tersebut.'' Menurut laporan tersebut, bocah-bocah lelaki diperdagangkan dari Afrika ke Inggris untuk keperluan ritual sihir itu. Namun, sebagian dari anak-anak itu juga dijadikan pekerja seks di Inggris.(rtr-ben-25)

Boeing Nyaris Tabrak Airbus

ISLAMABAD - Pesawat Boeing 747 nyaris bertabrakan dengan sebuah Airbus A320 di atas wilayah Karachi, Pakistan. Insiden itu terjadi Selasa lalu, tetapi baru dilaporkan Kamis kemarin.

Boeing milik maskapai Pakistani International Airlines (PIA) itu mengangkut 266 penumpang, sedangkan Airbus maskapai Airblue tersebut berpenumpang 146 orang.

Boeing itu bertolak dari Karachi menuju New York, Selasa lalu. Menurut juru bicara PIA, sistem peringatan di Boeing 747 tersebut memberikan peringatan kepada pilot bahwa sebuah Airbus sedang melaju ke arahnya.

''Dua pesawat itu hanya berjarak beberapa kilometer,'' kata Samina Pervez, juru bicara PIA. Dia menambahkan bahwa pesawat PIA terpaksa sedikit menukik untuk menghindari tabrakan tersebut.

Pesawat Airbus milik maskapai Airblue itu terbang dari Islamabad, ibu kota Pakistan, menuju ke Karachi.

Tidak ada penumpang atau awak di kedua pesawat itu yang terluka. Insiden nyaris tabrakan seperti itu juga pernah terjadi di atas wilayah Pakistan selatan pada Desember 2004.

Badan penerbangan sipil Pakistan mulai melakukan penyidikan mengenai insiden tersebut. Sementara, investigasi insiden serupa pada Desember 2004 sampai saat ini belum selesai.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA