| Jumat, 17 Juni 2005 | BUDAYA |
Eksplorasi Bebas Musik ModernismeSALATIGA-Karya-karya komposisi modernisme yang dikenal bebas dalam mengeksplorasi karakteristik-karakteristik musikal ditampilkan menarik oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Seni dan Pertunjukan (FSP) UKSW dalam Konser Rumah Ke-13 FSP di Recital Hall UKSW, Rabu (15/6) malam. Modernisme yang berkembang pesat pada 1890-1918 itu menampilkan karya-karya komponis aliran tersebut seperti "Prelude" (Gabriel Faure), "La Danza Argentina No 1" (Alberto Ginastera), dan "Music of the Night" (Andrew Lloyd Weber dan Charles Hart). Sebanyak 21 komposisi modernisme yang disajikan dalam konser itu membuat para penonton terkesima, terutama saat tiga orang mahasiswa memainkan "Vier Miniaturen" karya Eberhard Werden. Empat buah komposisi miniatur untuk gitar trio gubahan komponis itu mengadopsi gaya Neo-Barok. Alunan gubahan itu menceritakan suasana musik Prancis terutama dari Francis Poulenc, namun dengan idiomatika-idiomatika musikal yang condong ke arah Austria. Kesulitan Tinggi Begitu pula ketika alunan piano yang mendendangkan "Oiseaux Trites" karya Maurice Ravel yang dianggap memiliki tingkat kesulitan tinggi. Karya yang bertutur tentang penderitaan dan kelesuan burung-burung di tengah hari sepanjang musim panas itu diambil dari sebuah buku dongeng Mirairs (1904). ''Berbeda dengan karya-karya sebelum modernisme, komponis dituntut untuk dapat memenuhi apa yang menjadi harapan pendengarnya. Sebaliknya, modernisme bebas dengan menggunakan matra campuran dan tonalitas majemuk menggambarkan konsep irama inkonvensional,'' ujar Dekan FSP Rama Agastya Rama Listya. Agastya mengungkapkan kebebasan modernisme terlihat dari permainan gitar dan piano yang tidak seperti biasanya. Penyaji di atas panggung mencoba menyalurkan perasaan kebebasan komposisi itu kepada para penonton. ''Komposisi yang bebas inilah yang kadang justru membuat keindahan bermusik bagi para penggemarnya.'' (H2-45) |