logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Juni 2005 BANYUMAS
Line

Padi Puluhan Hektare Terancam Puso

BANJARNEGARA-Puluhan hektare padi di Desa Derik, Kecamatan Susukan, terancam puso. Padahal, tanaman itu baru saja berbuah.

Petani di desa itu saat ini hanya mengandalkan air hujan untuk menyelamatkan tanaman mereka. Sebab, saluran irigasi yang mengairi sawah di desa itu sudah tak bisa diharapkan lagi. Apalagi hujan yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang.

Kepala Desa Derik Didi Sunaryo menuturkan padi yang terancam puso sekitar 70 ha. Lahan seluas itu dimiliki sekitar 50 kepala keluarga. Adapun umur padi mereka 50-60 hari. Jika tak segera mendapat air dapat dipastikan penduduk gagal panen.

''Padi seumuran itu paling hanya bisa bertahan 10-15 hari saja tanpa air. Setelah itu mati,'' kata Didi, kemarin.

Dia mengakui lahan pertanian di daerahnya sulit terjangkau air karena berada di saluran paling akhir. Sebagian lagi hanya mengandalkan air hujan. Biasanya penduduk hanya menanam padi sekali dan meneruskan dengan palawija. Namun karena beberapa bulan sebelumnya hujan masih turun, penduduk memberanikan untuk menanam padi.

''Untuk mengairi sawah kami terpaksa giliran dengan yang lain. Namun terkadang tak cukup karena air sedikit. Padahal, sawah kami sudah retak-retak,'' ujarnya.

Jika tak tertolong, penduduk akan merugi cukup besar. Lahan 4 ha, kata Didi, membutuhkan biaya produksi sekitar Rp 13 juta. Biaya itu termasuk untuk pengolahan lahan, bibit, obat-obatan, dan pemupukan dalam satu kali masa tanam.

Untuk menanggulangi hal itu, Dinas Pertanian menyarankan petani membuat sumur bor. Semula dengan biaya sendiri untuk memancing dana bantuan dari pusat. Meski cukup berat, Kepala Desa menyanggupi juga.

Kepala Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Singgih Haryono menyatakan berdasar survei padi yang benar-benar puso di lahan 1 ha. Adapun yang terancam puso 10 ha. Dia juga sudah mengingatkan petani agar tak menanam padi dua kali musim tanam.

Namun dia belum bisa menentukan kapan dan berapa jumlah sumur itu. Pihaknya harus menyurvei air tanah sulu agar pembuatan sumur tepat. Sebab, di daerah itu sulit dibuat sumur. (mos-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA