SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Rabu, 15 Juni 2005

SEMARANG-Bandara A Yani diperkirakan mencapai break even point atau balik modal dua tahun mendatang atau 2007. Pada saat itu manajemen keuangan bandara tersebut sudah mulai mandiri tanpa subsidi. Angka penumpang yang merupakan indikator kunci diharapkan melebihi 1,5 juta orang/tahun.

SEMARANG-Suku bunga kredit rumah sederhana sehat (RSS) turun dari 12,5% menjadi 8,5% sejak 1 Mei lalu. Dua subsidi lain yang diterapkan sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 01 tanggal 29 April 2005 adalah perubahan uang muka dan masa kredit.

JAKARTA-Perekonomian Indonesia sampai Juni 2005 menunjukkan kinerja stabil dan makin kuat. Pertumbuhan ekonomi tetap tinggi dengan kecenderungan ke arah struktur yang lebih berimbang dan didukung oleh pembiayaan perbankan serta pasar modal yang terus membaik.

MALANG-Rencana pemerintah menaikkan harga jual eceran rokok sebesar 15% mulai 1 Juli ini masih mengundang berbagai pendapat, terutama dari kalangan pabrik rokok.

JAKARTA-Pro dan kontra pemberian bonus kepada karyawan dan pejabat PT PLN (Persero) yang mencapai Rp 265,4 miliar terus bergulir.

Setelah Kejaksaan Agung memeriksa direksi BUMN itu dan menganggap bonus tersebut tidak sah karena perusahaan dalam kondisi rugi, kini muncul pembelaan.

JAKARTA-Lelang surat utang negara (SUN) seri FR0030 dan FR0031 menghasilkan dana Rp 3,85 triliun. Peminat lelang kedua seri itu sangat besar sehingga terjadi kelebihan permintaan. Demikian dikemukakan oleh Dirjen Perbendaharaan Negara Mulia P Nasution di Gedung Departemen Keuangan, kemarin.

YOGYAKARTA-Pusat perkulakan terus bermunculan di Jateng dan DIY. Paling baru adalah Trade Mall Saphir Square Jalan Laksda Adisucipto 32-34 Yogyakarta.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA