logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 SALA
Line

Pilkada Rawan Permainan Politik Uang

KLATEN- Kapolwil Surakarta Komisaris Besar Polisi Abdul Madjid mengatakan, masa kampanye pilkada merupakan saat rawan gangguan keamanan. Karena itu, aparat keamanan harus berjaga dengan ekstrakeras agar tak terjadi sesuatu yang membahayakan.

''Masa kampanye bisa menjadi masa rawan gangguan keamanan, jadi aparat harus kerja ekstrakeras. Untuk pengamanan pilkada di Surakarta, dua pertiga dari 7.000 personel yang ada akan diterjunkan, sisanya untuk cadangan,'' ungkap Kapolwil kepada wartawan, Selasa (14/6).

Pernyataan itu diungkapkan selesai menjadi inspektur upacara apel bersama Kepala Pos Keamanan Lingkungan (Kaposkampilng) se-Surakarta di Alun-alun Klaten, kemarin. Acara tersebut digelar untuk persiapan pengamanan pilkada dan antisipasi pengamanan wilayah.

Dia mengimbau agar para pelaksana kampanye menjaga keamanan lingkungannya dengan memagari orang-orangnya dari orang luar yang ingin mengganggu. Aparat keamanan tidak akan mampu bekerja dengan baik tanpa dukungan masyarakat luas.

Dalam pelaksanaan pengamanan pilkada, aparat Polres se-Surakarta akan saling memperkuat. Saat ini pilkada akan dilaksanakan di Solo, Boyolali, dan Sukoharjo. Maka, aparat di Klaten, Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri akan diperbantukan di daerah itu.

Ketika ditanya tentang kemungkinan terjadinya politik uang, Kapolwil menyatakan telah bekerja sama dengan LSM, sivitas akademika, dan petugas KPPS. Mereka akan melaporkan terjadinya politik uang pada komandan jaga.

''Kalau terbukti melanggar hukum, akan kami terapkan aturan yang ada. Sejauh ini belum ada indikasi terjadi politik uang, tetapi bisa saja nanti pada detik-detik akhir menjelang pilkada,'' papar Abdul Madjid.

Menurutnya, politik uang biasa terjadi pada detik-detik akhir menjelang pelaksanaan pilkada. Saat itu biasa dimanfaatkan anggota tim sukses calon untuk mendatangi orang-orang untuk mendapatkan dukungan dengan cara tidak terpuji.

Selain itu, dia mengimbau kepada para kaposkamling untuk meningkatkan pengamanan di wilayahnya. Jangan sampai wilayahnya dijadikan tempat bersembunyi para teroris yang saat ini sedang diburu polisi.

''Kenali wajah-wajah teroris seperti Nurdin M Top dan dokter Asahari. Bagaimana mau menangkap kalau wajahnya saja tidak tahu? Karena itu, poster-poster wajah teroris akan ditempel di tempat-tempat strategis,'' ujarnya.

Untuk mencegah hal yang buruk, bisa dimulai dengan keamanan di lingkungan masing-masing. Dia bahkan sempat menyebut dana pengamanan lingkungan dimasukkan dalam APBD.(F5-51s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA