| Rabu, 15 Juni 2005 | SALA |
Nopa Tidak Busung LaparSRAGEN- Kasus indikasi busung lapar yang ditemukan di Sragen, yang diidap Nopa Maulana ternyata negatif. Dari penelusuran Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, anak berusia dua tahun tujuh bulan itu mengalami gangguan kesehatan sejak usia dua bulan. Yakni menderita jantung dan kelainan paru-paru, sehingga perkembangan kesehatannya buruk. ''Sragen bebas dari busung lapar. Namun kami memang menemukan 239 kasus rawan gizi buruk. Antara lain 120 berasal dari keluarga miskin, dan saat ini sedang kami tangani dengan memberikan suplemen Rp 2.500 per hari, sampai enam bulan nanti,'' kata Bupati Sragen Untung Wiyono, kemarin. Sejak ada kabar kasus busung lapar, pihaknya memang terus melakukan investigasi. Hasilnya, kasus rawan gizi buruk ditemukan di Sumberlawang 38 anak, Sragen kota 22 anak, dan Mondokan 21 anak. Lainnya tersebar di berbagai wilayah. Tentang kasus Nopa, saat ini memang ditangani di RSUD. Namun, sebenarnya keluarganya berasal dari Karanganyar. Kartu keluarga dan administrasinya masuk ke Karanganyar, hanya beberapa bulan terakhir dia pindah ke Sragen sampai kemudian ditemukan dalam keadaan sakit. Dalam kesempatan itu, Untung mengimbau warga agar memanfaatkan dan mengintensifkan keberadaan posyandu dan puskesmas serta secara aktif memeriksakan balitanya. (an-51s) |