logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 SALA
Line

503 Anak Alami Gizi Sangat Buruk

WONOGIRI- Jariyah Sri Handayani (5), putri pasangan Kasmin dan Kemi di Dusun Jangle, Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, bernasib malang. Dia menderita gizi buruk, sehingga belum dapat berjalan lantaran mengalami lumpuh kaki dan sulit bicara.

''Gejala lemah kaki sudah terlihat sejak usia tiga bulan,'' ujar Kasmin. Dia menuturkan, Jariyah Sri Handayani merupakan anak kedua. Anak sulungnya Budi Eko Cahyono sehat-sehat saja.

Kepala Desa (Kades) Lemahbang Totok Setyo Wibowo mengatakan, Jariyah terindikasi gizi buruk setelah berulang-ulang diperiksakan di posyandu. Berat badannya terus turun, karena itu dia dirujuk ke RSUD. Bahkan sempat menjalani pengobatan di Balai Penelitian Gangguan akibat Kekurangan Yodium (BP-GAKY) di Magelang.

Wakil Ketua Komisi V DPR-RI H Sumaryoto menjenguk anak itu di rumahnya. Namun Jariyah tak berada di tempat, karena dibawa ibunya ke rumah saudara di Jawa Timur. Meski demikian, anggota Fraksi PDI-P DPR tersebut tetap memberikan bantuan uang dan paket sembako yang diterima Kasmin, orang tuanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri dokter Sukeksi mengungkapkan, anak itu merupakan satu dari 13 nama anak penyandang gizi buruk dengan komplikasi dan kelainan tumbuh kembang yang pernah mendapatkan pelayanan rujukan perawatan lanjutan.

Menurut Sukeksi, di Wonogiri ada 503 anak mengalami gizi buruk dan 2.175 anak bergizi kurang. Dari data itu, ujarnya, ketika divalidasi berdasarkan tabel WHO, diperinci ada 153 kasus baru, 219 anak mengalami perbaikan, tiga anak meninggal, 15 anak pindah, dan 113 anak masuk dalam kategori kasus kambuh.

Pihaknya telah mengantisipasi melalui pemeriksaan klinis oleh dokter, penimbangan berat badan (BB), dan pengukuran tinggi badan (TB) serta monitoring. Selain itu mengadakan konseling gizi, memberikan bantuan obat dan vitamin serta memberikan makanan tambahan (PMT) untuk tujuan pemulihan.

PMT bagi kasus gizi buruk pada keluarga miskin diberikan melalui dana bantuan APBD 2004 kepada 300 anak 60 hari, Rp 3.000/anak. Disusul tahun 2005, 277 anak 90 hari Rp 3.000/anak. Bersamaan itu, 90 orang ibu hamil penderita kurang gizi dari keluarga miskin (Gakin) diberikan PMT selama hari Rp 3.000/orang. Juga diberikan bantuan modal Rp 400.000/keluarga.(P27-51s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA