logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 SALA
Line

Soal Bahasa Indonesia Diduga Dibocorkan

  • Ulangan Umum SD Kacau

KARANGANYAR - Akibat informasi perubahan jadwal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) yang tidak seluruhnya sampai ke tujuan, pelaksanaan ulangan umum semester (UUS) II kelas satu hingga lima sekolah dasar (SD) di beberapa sekolah di Karanganyar kacau.

Masing-masing SD yang dipantau oleh Suara Merdeka, sejak Senin (13/6) kemarin menggelar ulangan umum yang berbeda jadwalnya satu sama lain. Di satu pihak, SD masih mengacu pada jadwal lama yang dikeluarkan Dinas P dan K pada 23 April. Di lain pihak, ada SD yang sudah menggunakan jadwal baru yang dikeluarkan 30 April.

Sehingga, akurasi kerahasiaan soal-soal yang dikerjakan para murid sudah tidak bisa lagi terjaga. Para murid bisa mengetahui materi soal yang akan dikerjakan dengan cara mencari informasi dari murid di sekolah lain yang sudah mengikuti ulangan umum.

Kepala SDN Karanganyar 03 Suwandi mengemukankan, pihaknya tetap menggunakan jadwal yang dikeluarkan Dinas 23 April sebagai pegangan. Dalam pelaksanaan ulangan umum, dia mengaku tidak berani menggunakan jadwal baru yang tertera dalam amplop soal yang diambil sejak Jumat (10/6), sebab tidak ada dasar hukumnya.

Meski belum menerima pemberitahuan secara resmi, Kepala SDN Lalung 01, Badri Supardi, langsung merubah jadwal sesuai jadwal yang tertempel dalam amplop. Kepala SDN Papahan 01, Muksan, mengaku telah merubah jadwal ulangan umum tersebut. Namun alasannya berbeda dengan yang dikemukakan Badri. Muksan menyampaikan bahwa perubahan jadwal yang dilakukan berdasarkan surat edaran terbaru dari Dinas P dan K tertanggal 30 April.

Sementara itu, soal Bahasa Indonesia kelas dua SD yang digunakan ulangan umum diduga telah dibocorkan sebelumnya. Beberapa nomor dalam soal itu, yang dikeluarkan Dinas P dan K sebagai penyelenggara sama persis dengan yang dikeluarkan oleh lembaga bimbingan belajar Standard Training Course (STC).

Tak Tahu Menahu

Dugaan kebocoran itu pertama kali diketahui di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah.

Kepala lembaga bimbingan belajar STC, Ny Lanjar, menyatakan tidak tahu menahu terhadap dugaan kebocoran soal tersebut. Apalagi lembaga yang dipimpinnya hanya menangani kursus Bahasa Inggris. Ny Lanjar mengaku pernah mengumpulkan guru-guru SD untuk membuatkan soal guna kepentingan para murid yang les di rumahnya.

Kasi SD Dinas P dan K, Harjono, menyatakan tidak tahu menahu mengenai kebocoran itu. Pihaknya akan mengecek ke lapangan. Terkait dengan perbedaan jadwal sekolah yang menggelar ulangan umum, pihaknya mengakui ada delapan sekolah yang memakai jadwal yang berbeda. (G8-51h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA