| Rabu, 15 Juni 2005 | PANTURA |
Usulan Dana Youth Centre ke Pemkab Dinilai Tidak TepatBUMIAYU - Usulan bantuan dana LSM Youth Centre Bumiayu dalam pengajuan anggaran APBD 2006 Kabupaten Brebes, dinilai tidak tepat. Selain mengganggu kemandirian LSM, hal itu juga dianggap menyimpang dari misi sebagai lembaga yang dibentuk masyarakat untuk kegiatan nonprofit. "LSM itu lembaga bentukan masyarakat, dananya juga harus dari masyarakat," kata Ketua Lembaga Pengembangan Agrobisnis Pedesaan (LPAP) Brebes Duryani. Perlu diketahui, dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) Kecamatan Bumiayu, LSM Youth Center Bumiayu mengajukan permintaan anggaran ke Pemkab untuk sejumlah kegiatan, antara lain sosialisasi kesehatan reproduksi remaja sebesar Rp 51.900.000, layanan kesehatan masyarakat Rp 26.400.000, advokasi Rp 13 juta, serta monitoring dan evaluasi Rp 3.600.000. Total anggaran yang diajukan dari beberapa kegiatan itu mencapai Rp 94.900.000. Duryani mengungkapkan, LSM seharusnya mampu menggandeng pihak ketiga dalam berbagai kegiatannya. Kembali ke Jati Diri Senada dengan itu, aktivis LSM Pelita Bangsa Sholehudin mengatakan, sudah saatnya LSM kembali ke jati dirinya, yaitu menjadi organisasi di luar pemerintah yang bergerak dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Secara terpisah, manajer Youth Centre Mukminah menolak dianggap telah membebani anggaran APBD untuk kegiatan mereka. Ditegaskan, pembentukan Youth Centre pada 2003 dibidani Pemkab, dalam hal ini BKKBD. Pembentukan lembaga ini merupakan hasil dari pelatihan kesehatan reproduksi yang digelar Bank Dunia. "Jadi, kami yang diminta untuk membantu program-program Pemkab, khususnya bidang kesehatan reproduksi," tutur dia. Mukminah juga membantah lembaganya tidak pernah melakukan kegiatan. Tahun 2004 Youth Centre menerima Rp 7 juta untuk pengembangan kesehatan reproduksi remaja. Tahun ini, lembaganya menerima Rp 9 juta. (H16-37) |