logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 PANTURA
Line

Truk Angkut Mi Instan Sambar Tembok Pagar

BATANG - Peringatan bagi para pengemudi yang melintas di jalur pantai utara (pantura) Alas Roban, Kabupaten Batang, agar tidak terlena dengan lancarnya arus. Karena jika lengah sedikit bisa berakibat fatal.

Kecelakaan yang terjadi kemarin, menimpa truk dengan Nopol DR-8509-AE. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu. Namun sejak Februari, di tempat tersebut sudah empat kali terjadi kecelakaan tunggal dengan korban jiwa dua orang.

Kecelakaan pada truk pengangkut mi instan dari Jakarta dengan tujuan Mataram, Nusa Tenggaran Barat (NTB) itu terjadi sekitar pukul 06.00. Sedangkan untuk mengangkat truk tersebut harus menggunakan dua mobil derek.

Menurut kernet, Saiful (30), yang beralamat di Jl Ikan cumi-cumi 251, Sobo, Kabupaten Banyuwangi, Jatim, sejak memasuki jalur Alas Roban perjalanan lancar. Karena selain jalan yang sudah lebar, saat itu arus lalu lintas juga masih sepi.

Selepas pasar Subah, truk yang dikemudikan sopir N Mudasir (35), warga Dasah, Lekmon, Cakranegara, Mataram itu terus melaju tanpa hambatan. Saat akan meluncur pada tikungan tajam di jalan raya Jatisari, sopir diduga mengantuk.

Karena truk tidak membelok ke kanan, tapi justru lurus "terbang". Kemudian menyambar pagar tembok rumah walet yang berada di sebelah kiri jalan.

Truk baru berhenti dengan posisi roda belakang terangkat. Sementara itu kabin tempat kursi sopir dan kernet menghujam ke tanah.

Keduanya selamat dari musibah, meskipun kondisi kabin rusak parah. "Sebenarnya kami sudah tidak asing lagi dengan jalur pantura Alas Roban ini. Karena setiap satu minggu sekali lewat sini untuk mengambil mi instan dari Jakarta yang kemudian dibawa ke Mataram," ujar Saiful.

Demikian juga kendaraan yang dipakai pun dalam keadaan laik jalan. Remnya masih berfungsi dan bannya juga sempurna, tidak ada yang kempis.

Seperti Ledakan Bom

Kecelakaan pagi kemarin membuat kaget para warga sekitar, karena suara yang ditimbulkan saat truk menabrak tembok pagar seperti bunyi ledakan bom.

"Suaranya cukup keras, karena sampai terdengar di sawah yang berada di belakang kampung. Adik saya Dasimun, yang berada di dalam rumah yang berdampingan dengan rumah walet itu langsung ke luar," kata Giyarni (45), warga Jatisari yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari tempat kejadian.

Dia menjelaskan, selain itu ada salah seorang tetangganya yang melihat saat truk itu mengalami musibah. Kebetulan saat itu akan berangkat sekolah dan berdiri di pinggir jalan menunggu kendaraan.

Tiba-tiba dari arah barat melintas truk yang kemudian "terbang" menabrak tembok pagar rumah walet. Kemudian berhenti tak jauh dari tempat pelajar itu berdiri.

"Dia selamat, meskipun kelihatan terkejut melihat kejadian tersebut," ungkap Giyarni.

Kapolsek Subah AKP Puji Irianto bersama jajarannya, begitu mendapat laporan kecelakaan itu langsung ke tempat kejadian.

"Sebenarnya, di lokasi itu sudah ada lampu kedip, sebagai isyarat bagi pengemudi agar hati-hati. Namun, masih saja sering ada mobil yang kecelakaan," jelasnya.

Kanitlaka Satlantas Polres Batang Ipda Haryo Deko Dewo bersama Bripka Suhadi yang menangani kecelakaan itu menyatakan, saat menjalankan kendaraan diduga sopir dalam keadaan mengantuk.

"Rencananya sopir itu akan berhenti istirahat di rumah makan Gringsing. Dia juga mengakui saat menjalankan kendaraanya dalam keadaan mengantuk," tambahnya. (ar-52d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA