| Rabu, 15 Juni 2005 | PANTURA |
Aktivitas TPI Pekalongan Berangsur Pulih
PEKALONGAN - Setelah lumpuh sekitar satu bulan terakhir, aktivitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan berangsur-angsur pulih. Sejak lima hari lalu mulai pukul 07.00, puluhan pedagang ikan lokal ataupun pedagang dari luar daerah seperti Pemalang, Batang, Tegal, dan Cirebon memadati tempat itu. Mereka mulai sibuk mengikuti proses lelang ikan yang biasa dilakukan di tempat tersebut. Sejumlah pedagang ikan ketika ditemui mengatakan, mereka mengaku senang karena kondisi TPI semakin ramai. Pasalnya, dengan banyaknya jumlah ikan yang masuk, usaha yang mereka geluti, yakni mendistribusikan ikan ke sejumlah tempat, kembali lancar. Seperti dikemukakan Sunari (45), pedagang dari Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan. Menurutnya, meski hasil lelang yang kini didapat tidak sebanyak pada hari-hari biasa, ia bersyukur karena bisa kembali mencari rezeki. Pada saat hari-hari normal biasanya dia memperoleh ikan dari pelelangan sekitar 5-7 ton. Namun kemarin dirinya baru memperoleh ikan 1 ton. Mulai Terpenuhi Hal serupa juga dikemukakan pedagang lain, Wakjad (55), pedagang asal Pemalang. Menurutnya, dengan kembali normalnya aktivitas TPI, secara langsung kebutuhan ikan di masyarakat mulai terpenuhi. Dengan demikian, selaku pedagang, roda usahanya akan kembali berputar dan memperoleh pemasukan. Wakjad menjelaskan, harga ikan saat ini masih relatif tinggi bila dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. Sebab, saat ini termasuk musim paceklik bagi para nelayan. Harga ikan jenis layang sekarang berkisar Rp 1,8 - Rp 2 juta/12 basket, sedangkan ikan jenis banyar berkisar Rp 1,5 - Rp 1,7 juta/12 basket. "Bila dibandingkan dengan harga pada saat musim ikan memang cukup tinggi karena ikan jenis itu biasanya tidak lebih dari Rp 1 juta/12 basket," katanya. Kendati demikian, karena tingkat kebutuhan ikan di pasaran cukup tinggi, harga itu pun tidak menjadi masalah. Para pedagang ketika mengikuti pelelangan saling berebut untuk mendapatkan ikan. "Meski harga cukup tinggi, para pedagang tetap berebut. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan lelang lebih banyak," katanya. (H17-37n) |