logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 PANTURA
Line

Ada Delapan Aliran Kepercayaan

Aliran Sesat Akan Dibekukan

KAJEN- Munculnya aksi bakar diri di Kandangserang yang diduga dilatarbelakangi aktivitas kebatinan beberapa waktu lalu, memunculkan keprihatinan banyak pihak. Karena itu Kejaksaan Negeri Kajen beserta instansi lain membentuk Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan (Pakem).

Tim tersebut akan mengawasi berbagai kegiatan aliran kepercayaan dan kebatinan di Kabupaten Pekalongan. Jika ada organisasi yang terbukti mengajarkan kesesatan dan meresahkan masyarakat akan langsung dibekukan.

"Tidak menutup kemungkinan jika memang merugikan pihak lain atau masyarakat bisa dipidanakan," tegas Kepala Kejari, Hadi Purwoto SH, kemarin.

Dia menjelaskan, anggota Tim Pakem yang diketuai dirinya terdiri atas berbagai instansi. Antara lain TNI, Polri, Kesbanglinmas, Depag, Dinas pendidikan, dan Dinas Pariwisata.

Pakem sebenarnya sudah ada sejak tahun 1994, namun selama ini sulit dikoordinasikan karena anggotanya banyak berpencar. Sampai kemudian beberapa waktu lalu Jaksa Agung mengeluarkan instruksi agar Pakem diperbaharui.

Munculnya berbagai tindak kriminal yang dipengaruhi aliran kepercayaan di berbagai daerah termasuk di Kabupaten Pekalongan, juga menjadi pemicu diaktifkannya kembali Pakem.

"Kita berharap dengan adanya Tim, berbagai kejadian yang dilatarbelakangi aliran kepercayaan bisa cepat ditangani," ujarnya.

Untuk tahap awal, Tim telah melakukan pendataan di berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan. "Sementara ini kami berhasil mendata adanya delapan aliran kepercayaan di sini," tandasnya.

Tergantung Masyarakat

Soal kriteria suatu aliran dikatakan sesat tergantung pada masyarakat. Jika memang aktivitas tersebut meresahkan dan merugikan pihak lain bahkan membahayakan, kelompok tersebut akan dibekukan.

Tim akan sangat berhati-hati dan melakukan penelitian lebih dulu soal aktivitas dari berbagai kelompok aliran kepercayaan yang ada di Kota Santri.

"Kami berharap masyarakat memberikan masukan atau informasi jika memang ada kegiatan mencurigakan dari sebuah kelompok," imbaunya.

Di Kabupaten Pekalongan ada beberapa kejadian dan tindak kriminal yang dilatarbelakangi dengan aktivitas kebatinan. Terakhir adalah aksi menggegerkan dari Winaryo (32), warga Desa Lambur, Kandangserang.

Januari lalu dia nekat melakukan aksi bakar diri dengan mengajak serta istri dan anaknya.

Aksi nekat yang sampai sekarang masih misterius tersebut diduga dilatarbelakangi aktivitas kebatinan yang dilakukan Winaryo.(G16-19s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA