| Rabu, 15 Juni 2005 | PANTURA |
Berharap Muncul Banyak SenimanKABUPATEN Brebes merupakan daerah yang berdekatan dengan Kota Tegal yang mempunyai banyak ragam kesenian. Sebagai tetangga dekat Kota Tegal, tentu saja Brebes tidak mau ketinggalan sehingga harus terus mengikuti perkembangan. "Seperti yang terjadi di Banyumas. Daerah itu mempunyai banyak kesenian sehingga jika salah satu keseniannya mencuat ke tingkat nasional maka gerengsengnya akan diikuti daerah lain," kata Ketua Dewan Kesenian Brebes Lukman Suyanto SH, kemarin. Dia mengatakan, dengan mencontoh kesenian lain diharapkan wawasan kesenian di derahnya bisa bertambah. Dengan demikian, kesenian bukan untuk mempersulit seni, melainkan akan lebih menggairahkan seni di daerahnya. Artinya, ujar dia, kalau sudah memperoleh kesenian dari kota lain, suatu daerah akan mempunyai kesenian baru sehingga akan menambah potensi seniman untuk berkreasi. Bapak satu anak itu mengungkapkan, dengan adanya hal itu, sebagai Ketua Dewan Kesenian Brebes dirinya akan mencoba mengembangkan kesenian itu ke beberapa kecamatan. Saat ini, Dewan Kesenian di daerahnya telah mempunyai 17 pengurus sesuai dengan jumlah kecamatan. Dari beberapa pengurus tersebut dibagi menjadi tujuh komite, antara lain teater dan sinematografi, sastra, seni tradisional, tari, musik, seni rupa, dan fotografi. "Dengan kami bagi menjadi tujuh komite diharapkan banyak muncul bibit seniman yang akan meramaikan dunia seni di Indonesia," jelas alumnus Fakultas Hukum Unsoed Purwokerto tahun 1991 itu. Jadi Kendala Lukman menuturkan, untuk bisa mewujudkan harapannya tersebut dibutuhkan dana yang besar. Masalah pendanaan ternyata menjadi kendala Dewan Kesenian untuk mengerjakan program-programnya. Menurut dia, pihaknya masih kekurangan dana karena dana APBD tahun 2004 anggaran Rp 100 juta untuk Dewan Kesenian belum diturunkan pemerintah. Masalahnya, Dewan Kesenian periode 2004-2009 baru dilantik tanggal 22 Juni 2004 sehingga dana itu sekarang belum turun. Meskipun mengalami keterlambatan, dia berhasil membawa nama Kabupaten Brebes ke tingkat Jawa Tengah dalam bidang kesenian pada tahun 2004. Sukses besar diperoleh pada saat Topeng Losari dinobatkan sebagai penyaji terbaik tingkat provinsi di Kota Semarang. Prestasi lain yang berhasil diraih Brebes pada tahun 2005, SMA Muhammadiyah Bulakamba menjadi juara umum festival pelajar se-Karesidenan Pekalongan. "Hal ini membuktikan kalau kami sangat serius dalam mengembangkan seni," tandas dia. Lukman mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengirim duta kesenian ke Jakarta pada pameran alat lukisan pena cahaya yang dilakukan Siswandi. Bahkan dari penemuan alat tersebut nama Siswandi telah tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai penemu lukisan pena cahaya. (Moch Achid Nugroho-37n) |