logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 PANTURA
Line

BPN Diminta Berpihak pada Petani

  • Hari Ini Ribuan Petani ke Semarang

BATANG - Ribuan petani Kabupaten Batang yang tergabung dalam Forum Perjuangan Petani Nelayan Batang Pekalongan (FP2NBP), Rabu (15/6) ini ke Kota Semarang.

Kedatangan mereka untuk menghadiri Rapat Besar petani Jawa Tengah 2005 yang dilaksanakan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jalan Ki Mangunsarkoro.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Organisasi Tani Jawa Tengah (Ortaja) itu juga akan diikuti para petani dari daerah lain. FP2NBP yang membawahi 12 organisasi tani lokal (OTL) itu menyewa 150 truk.

"Sekitar 3.000 anggota FP2NBP berangkat pukul 07.00 ke Semarang naik truk. Lokasi pemberangkatan dari Desa Beji, Kecamatan Tulis selanjutnya akan berangkat bersama secara konvoi. Iring-iringan kendaraan ini sama sekali tidak akan membuat kemacetan di jalur pantura karena kami telah mengatur parkir mobil dengan satu-satu memanjang," papar Sekjen FP2NBP Tahroni yang ditemui di sela-sela mengecek dapur umum.

Menurut keterangan dia, FP2NBP telah berpengalaman mengoordinasikan ribuan orang. Karena itu, 150 truk untuk mengangkut para petani akan diatur dengan tertib.

Ongkos kendaraan didapatkan secara iuran dari para petani. Mereka mulai ditarik dua bulan lalu dengan diangsur.

"Setiap anggota membayar Rp 6.500," ujar dia.

Untuk menunjang kegiatan tersebut, para petani Batang dan Pekalongan kemarin telah mengadakan persiapan. Ada yang membuat poster ada yang bertugas yang merangkai memedi sawah dari rumput ilalang.

"Memedi sawah ini merupakan simbol ketertindasan kaum tani. Untuk itu kami mengimbau, dukungannya kepada pemerintah untuk selalu berpihak kepada petani."

Dia mengungkapkan, secara serentak pada Selasa malam selepas shalat isya, ribuan anggota FP2NBP akan melakukan doa bersama.

"Salah satunya dengan membaca selawat nariyah, permohonan kepada Allah SWT akan keselamatan dan keberhasilan selama mengadakan rapat di Semarang dan kembali ke rumah masing-masing nanti," ungkap Tahroni.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, di beberapa tempat ibu-ibu membuat dapur umum dengan melibatkan orang kampung untuk membuat lontong sebagai bekal ke Semarang. Beras untuk membuat lontong itu merupakan hasil jimpitan yang diambil sedikit demi sedikit dari anggota. Ada pula yang merebus jagung dan ketela. Selain itu, juga membuat berbagai penganan lain. Menurut keterangan dia, rapat akan meminta pemerintah khususnya BPN Jateng untuk berpihak kepada kaum tani.

Penasihat hukum FP2NBP Handoko Wibowo SH mengemukakan, aksi tersebut merupakan kegiatan besar yang melibatkan dana swadaya petani sampai ratusan juta untuk sewa kendaraan. " Ini artinya, kita bisa menunjukkan bukti bahwa kaum petani pun bisa memobilisasi diri untuk sebuah keyakinan."(ar-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA