| Rabu, 15 Juni 2005 | OLAHRAGA |
PSSI Tak Terlibat Tangani Cristiano RonaldoJAKARTA-Bintang Manchester United asal Portugal, Cristiano Ronaldo, telah kembali kenegaranya setelah menyelesaikan kunjungan selama dua hari ke Indonesia. Namun, menurut keterangan Ketua Bidang Luar Negeri PSSI, Dali Tahir, kunjungan singkat tersebut terrnyata tidak melibatkan PSSI. ''Sekjen Nugraha Besoes memang ikut berangkat ke Aceh bersama sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Namun, kedatangan atau kehadiran Kang Nunu ke Aceh itu rasanya hanya sebagai formalitas saja, sebab sejak awal kami tak dilibatkan dalam acara kunjungan Ronaldo ke Indonesia,'' katanya. Dalam kunjungan dua harinya ke Indonesia, pemain sayap itu memang menyempatkan diri mengunjungi Aceh, yang terkena tsunami pada 26 Desember lalu. Namun, rencananya untuk mengadakan coaching clinic singkat tidak bisa terlaksana mengingat banyaknya warga yang menunggu kedatangannya sejak dari bandara. Padahal, fokus kedatangannya ke Indonesia adalah mengunjungi Aceh, sebagai bagian dari rasa simpati masyarakat Portugal atas terjadinya musibah itu. Sebelumnya, Ronaldo dan bintang-bintang sepakbola Portugal lainnya telah mengundang secara khusus Martunis selama dua pekan ke Portugal. Martunis adalah bocah Aceh yang selamat dari empasan gelombang tsunami setelah sekitar 20 hari terdampar di pantai terpencil dengan memakai replika kostum timnas Portugas. Pemanfaatan Dana Dari pengamatan Dali Tahir, kegagalan Christiano Ronaldo untuk melakukan coaching clinic di Aceh telah membuat masyarakat Aceh kecewa. Padahal, kekecewaan masyarakat itu tidak akan terjadi jika sejak awal PSSI dilibatkan. ''Saya yakin kalau PSSI dilibatkan, Cristiano Ronaldo bisa melaksanakan kegiatannya di Aceh dengan baik, sebab paling tidak kita bisa mengerahkan orang-orang pengda untuk mengorganisasi acara tersebut,'' ujarnya. Kabid Luar Negeri PSSI itu kemudian juga mengingatkan tentang dana dari hasil kegiatan amal dan lelang berbagai perangkat sepakbola milik Ronaldo, yang diadakan Minggu malam lalu di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Dana hasil amal dan lelang itu seluruhnya berjumlah Rp 224 juta. Ditambah dengan dana hasil penjualan tiker dan lain-lain selama Ronaldo di Indonesia, dana yang terkumpul seluruhnya Rp 842 juta. ''Saya berharap dana itu bisa dimanfaatkan sebenar-benarnya untuk masyarakat Aceh. Karena Ronaldo adalah bintang sepakbola, tak keliru kalau sebagian dana itu dialokasikan untuk pembangunan stadion atau insfrastuktur sepakbola lainnya,'' tegasnya. Dia lantas menguraikan adanya komite khusus tsunami yang telah dibentuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk membantu korban-korban tsunami di negara-negara Asia Tenggara. Tsunami Task Force dari AFC itu, kata Dali, saat ini terus melakukan penggalangan dana untuk diserahkan kepada para korban tsunami. (wgm-22) |