| Rabu, 15 Juni 2005 | OLAHRAGA |
Awal Juli, Rini Budiarti Di-PHKSEMARANG- Berbagai upaya sudah dilakukan, tetapi kenyataannya Rini Budiarti harus menghadapi kenyataan yang pahit. Atlet atletik yang sedang dipersiapkan untuk SEA Games XXII Manila ini harus meninggalkan pekerjaan di Pusdiklat Migas Cepu, yang sudah ditekuni sejak April tahun 2002. Padahal upaya untuk menyempertahankan Rini, untuk tetap bekerja sudah maksimal. Seperti usaha yang pernah dilakukan pelatih Hery Sutiono, dengan melaporkan permasalahannya kepada Gubernur Jateng Mardiyanto dan Katua Umum KONI Jateng H Mudoko SH, saat menghadiri penganugrahan pelaku olahraga terbaik, pilihan Siwo PWI Jateng beberapa waktu yang lalu. Termasuk upaya Ketua Binpres KONI Jateng Drs Mugio Hartono MPd, juga tidak membuahkan hasil, kendati sudah ketemu langsung dengan Kapusdiklat Mugas Dr Ir Achmad Zuhda Fathoni di Cepu. ''Mulai bulan depan, Rini Budiarti sudah tidak lagi sebagai karyawan Diklat Migas Cepu, karena PHK (pemutusan hubungan kerja, Red.). Tetapi setelah di-PHK nanti, Rini bakal mendapat pekerjaan baru, di salah satu bank atas usaha dari Pak Gubernur,'' jelas Ketua Harian Pengda PASI Jateng Drs HM Zain Nashruddien kepada wartawan, sore kemarin. Didampingi Kabid Binpres Dr Khomsin MPd dan Sekum Husain Effendi, Zain menyebutkan kalau hari Senin lalu Hery Sutiono dipanggil oleh Sekda Jateng Mardjijono, di Kantor Pemprov Jateng Jl Pahlawan terkait dengan pekerjaan Rini. Dijelaskan, kalau pemerintah daerah Jateng tidak ikut membantu mencarikan pekerjaan. Ada kemungkinan peraih dua medali perak di PON Palembang ini, akan pulang ke daerah asalnya, yaitu Yogyakarta. ''Usia Rini masih muda, sehingga pada PON XVII nanti Rini kami targetkan meraih dua medali emas. Jadi tidak heran, kalau DIY terus mengejar-ngejar Rini, supaya mau kembali ke Yogyakarta,'' tandasnya. Aturan dari Pusat Sementara itu, Hery Sutiono kepada Suara Merdeka petang kemarin, membenarkan kalau hari Senin lalu, dirinya dipanggil oleh Sekda Provinsi Jateng Mardjijono, terkait dengan laporannya kepada gubernur beberapa waktu yang lalu. Tetapi masalah PHK dan penawaran pekerjaan baru dari Sekda itu, belum disampaikan kepada Rini Budiarti, yang kini sedang berlatih di Pangalengan Jabar, bersama pelari-pelari jarak menengah nasional lainnya. Kesempatan bertemu dengan sekda tersebut, juga dimanfaatkan untuk memasukkan nama Noce Matital, karena pelari marathon timnas itu sampai sekarang juga masih nganggur. ''Masalah ini masih kami rahasiakan, karena belum tentu Rini mau menerima perkerjaan yang ditawarkan oleh Pak Sekda tersebut. Hal ini sengaja kami rahasiakan, karena Rini sedang konsentrasi persiapan Grand Prix Atletik Asia, yang akan berlangsung di Sidiarjo, 18 Juni mendatang,'' jelasnya. Dalam pada itu Kabid Binpres KONI Jateng Drs Mugio Hartono MPd membenarkan, jika beberapa hari yang lalu, dirinya sudah menghadap langsung dengan Kapusdiklat Migas Dr Ir Achmad Zuhdan Fathoni di Cepu. Tetapi apa yang telah diperbuat tidak membuahkan hasil, mulai awal Juli mendatang Rini sudah tidak lagi tercatat sebagai karyawan Pusdiklat Mugas Cepu. ''Rini juga sudah diberi kesempatan untuk mengikuti tes CPNS, tetapi kenyataannya tidak lolos dari penyaringan. Gara-gara tidak lulus dari tes itulah Rini terpaksa harus di PHK, karena hal itu sudah menjadi aturan dari pusat,'' jelasnya. (C16-28) |