| Rabu, 15 Juni 2005 | WACANA |
Surat PembacaNaik Trigana AirSaya dikecewakan oleh Trigana Air (Kalstar) pada perjalanan pulang Bandung - Semarang pada 21 Mei 2004. Setiba di bandara Husein Sastranegara Bandung, saya diberi tahu, penerbangan ke Semarang dibatalkan. Petugas perusahaan penerbangan ini secara sepihak mengatakan Kalstar Bandung pernah menghubungi Hp saya tetapi tidak diangkat. Padahal selama kegiatan di Bandung Hp saya tidak pernah off dan tidak merasa dihubungi. Atasan perusahaan ini yang dihubungi petugasnya lewat HT (saya ikut mendengarkan) mengatakan bahwa saya tidak dapat dihubungi dan lagipula saya cuma booking tempat tanpa memegang tiket. Saya bingung dengan sikap manajemen seperti ini. Tiket sudah ada di tangan saya (fotokopi tiket terlampir), bagaimana mungkin dikatakan saya tidak punya tiket. Makin menjengkelkan lagi, pihak penerbangan tidak bertanggung jawab atas penundaan ini. Uang tiket Rp 440.000 dikembalikan begitu saja dan saya terpaksa mengurus sendiri penerbangan via Merpati dari Bandung ke Halim Perdanakusuma, kemudian naik taxi ke Soekarno Hatta dan baru terbang ke Semarang naik Sriwijaya Air. Saya membayar semua biaya itu tanpa sedikit pun itikat baik dari Kalstar. Sikap ini berbeda dengan Adam Air. Mereka profesional dan menghargai penumpangnya. Dalam penerbangan Medan - Jakarta - Semarang 30 Mei lalu, pihak Adam Air Jakarta menghubungi Hp saya yang ketika itu masih di Medan dan memberitahukan penerbangan connecting Jakarta - Medan dialihkan ke perusahaan penerbangan lain. Tiket dan semua keperluan sudah diurus dan dapat diambil setiba di Jakarta. Tidak ada biaya tambahan yang harus saya bayar, dan dijamin tiba di tujuan dengan tepat waktu. Kenyataannya tepat seperti yang mereka katakan. Semua lancar dan tidak ada kesulitan sedikit pun. Seharusnya Kalstar meneladani sikap profesional seperti ini terhadap pelanggannya. Kalau memang calon penumpang tersebut tidak bisa dihubungi, pesan sms toh masih bisa dilakukan, namun ini pun tidak. Saya cuma tertawa ketika membaca di brosur promosinya: "Kemudahan dan kenyamanan merupakan hal yang paling diutamakan Kalstar dalam memberi pelayanan kepada pelanggan". Sebagai orang yang pernah jadi pelanggan, saya tidak lagi percaya kalimat tersebut. Ev.Sonny Eli Zaluchu MA Jl Tirtoyoso II/16, Semarang *** Dirugikan Flexi Saya pengguna jasa operator Telkom Flexi merasa dirugikan akibat kerjasama antara Telkom Flexi dengan MTV dalam menyediakan sms content yang berisi seputar info terbaru. Awalnya, saya mendapat sms dari no 9333 yang isinya menawarkan info terbaru dengan tarif Rp 500/ sms. Setelah melakukan aktivasi dengan mengirimkan sms berisi MTV- on ke no 9333, saya mulai menerima sms dari nomor tersebut. Hal ini berjalan lebih dari 2 bulan dan saya memutuskan untuk berhenti berlangganan. Namun saya langsung mendapatkan jawaban yang isinya menyatakan permintaan saat itu tidak dapat diproses, silakan mencoba lagi lain kali. Saya putus asa dan pasrah menerima kenyataan pulsa terpotong Rp 500/hari. Yang menjengkelkan pengiriman info tersebut akan terhenti bila saldo pulsa kurang dari Rp 500 dan otomatis berlanjut lagi bila saya sudah melakukan pengisian pulsa. Mungkin bagi kebanyakan orang jumlah sebesar itu tidak seberapa. Namun bagi saya, itu jumlah yang lumayan besar mengingat terus berlangsung setiap hari. Bayangkan berapa pulsa yang terpotong dalam satu bulan (Rp 500 x 30 hari = Rp15.000). Jumlah sebesar itu hanya berasal dari satu pelanggan. Berapa yang dicapai bila ada ratusan pelanggan yang terjebak hal serupa. Anehnya lagi, seorang teman juga mengalami hal serupa. Bedanya, dia merupakan pelanggan Satelindo Mentari dan saldo yang terpotong per sms sebesar Rp 600. Sedang nomor pengirim sms juga sama, yaitu 9333 atas nama MTV. Kalau sudah begini, siapa yang patut disalahkan. MTV yang 'nekad' terus memotong pulsa padahal saya sudah memutuskan untuk berhenti berlangganan atau Telkom Flexi yang membiarkan pelanggannya 'dikerjai' oleh pihak ketiga (dengan menerima pembagian keuntungan, tentunya). Atau saya sendiri, yang terlalu bodoh karena mudah terbujuk "rayuan" info tidak bermutu? Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran agar tidak terjebak hal serupa. Mohon tanggapan Telkorn Flexi/MTV, bagaimana cara berhenti berlangganan info serupa. Saya kapok mengisi pulsa dan mulai berpikir untuk pindah ke operator lainnya. Puguh Jl Pusponjolo Timur IV/203, Semarang *** Reuni Akbar Mantan Wamil '75 TNI AL Paguyuban Mantan Wamil '75 TNI AL Wilayah Timur akan menyelenggarakan Gebyar Reuni Akbar sekaligus silaturahmi, temu kangen pada tanggal 10 Juli 2005 di Gedung Balai Pemuda Jl Gubernur Suryo 15 Surabaya. Informasi lengkap ke Suharto 08121623155, Ibnu Djoko S, 081615033636, Tjuk Supangkat 081553509911. Suharto (Ketua Panitia) Pucang Indah Rt 22/Rw 6 Pucang, Sidoarjo Jatim *** Daur Ulang Sampah Sampai kini masalah sampah masih menjadi pengganggu lingkungan hidup. Sampah dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu sampah organik (daun, buah/kulitnya, sisa makanan) dan nonorganik/anorganik, seperti botol, kaleng, pecahan piring dan plastik. Sampah-sampah ini tiap hari ada di rumah tangga, baik dari hasil belanja atau dari hasil bumi/kebun sendiri. Untuk mengurangi polusi lingkungan, sampah anorganik seperti plastik dapat di bakar sedang kaleng, botol, pecahan piring dapat dikumpulkan dan dibuang di tempat pembuangan umum atau kontainer untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan pemulung. Saya akan membicarakan sampah organik. Sampah organik dapat dibuat pupuk organik. Caranya: sediakan gentong plastik yang bertutup (jangan terlalu kecil tapi juga jangan terlalu besar). Pada bagian bawah gentong, dilubangi dan dipasang kran atau pralon yang bertutup (dop) dengan ukuran 1/2 atau 3/4 dim. Pada bagian bawah gentong dipasang irig (anyaman bambu, Jawa), sebagai penyangga atau penyaring. Irig tidak berkarat dan tidak mudah rusak. Di atasnya diisi sampah dapur yang tiap lapisan sampah disemprot dengan cairan/larutan EM dengan kadar 0,1 %. EM (Effective Micro organism) 0,1% = 1 Cc EM dalam 1 liter air. EM dapat dibeli di toko bahan pertanian atau bahan kimia (harga sekitar Rp. 15.000/liter). Tiap lapisan sampah disemprot sampai basah, lalu gentong ditutup karena proses ini termasuk proses kimia anaerobe (tidak perlu oksigen). Penyemrotan dilakukan tiap hari sambil memasukkan sampah yang baru. Setelah beberapa hari atau sampai gentong penuh, di bagian bawah irig sudah terdapat cairan pupuk yang baunya kurang sedap. Cairan pupuknya ini disebut bokasih sampah dapur. Kalau akan mengambil pupuk ini tinggal buka kran atau tutup (dop) pralon dan cairanya ditampung dalam ember, untuk dipergunakan sebagai pupuk cair. Ampas sampah dalam gentong dapat sebagai pupuk padat atau untuk pakan ternak. Demikian tulisan ini saya buat agar dimanfaatkan masyarakat yang gemar tanaman dan sekaligus mengurangi limbah lingkungan. Drs H Saronto Genuk Baru III/2, Semarang *** ATM Bank Mandiri Adik saya pada 5 Mei 2005 pukul 16.36 melakukan penarikan uang lewat ATM Mandiri Cabang Solo Purwotomo sebesar Rp 500.000. Saat itu kartu dimasukkan ke ATM seperti biasa tetapi uang tidak keluar. dan saat di cek saldo ternyata sudah berkurang Rp 500.000. Adik lalu lapor ke Satpam yang jaga. Kartu ATM -nya no rek 138 000 42 700 75 atas nama Drs Setyo Purwanto, Sawahan Baru A/6 RT 2/RW 8 Purbayan Sukoharjo, dengan nomer transaksi 7527. Dia kemudian dipertemukan dengan karyawan Bank Mandiri dan diminta menunggu 10 hari setelah ada jawaban dari kantor pusat. Sepuluh hari kemudian diurus lagi, tetapi hasilnya mengecewakan. Transaksi pada 5 Mei 2005 dinyatakan normal, padahal yang terjadi tidak normal dan hal ini juga diketahui satpam jaga. Adik diminta buat laporan dan surat pernyataan (fotokopi terlampir) yang diserahkan ke kantor Bank Mandiri. Tetapi jawabnya tetap sama, transaksi pada waktu itu normal. Nah... terus bagaimana nasib uang adik sebesar Rp 500.000. Semuanya tidak ada bukti padahal mesin ATM-nya benar macet. Mohon yang berwenang di Bank Mandiri mengecek lagi ketidakberesan mesin tersebut agar nasabah benar-benar punya kepercayaan kepada bank. Trihardjo Notosuman Rt 8/Rw 9 Serengan, Solo |