logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 NASIONAL
Line

Tewas Gantung Diri di Rumah WIL


SM/Siti Kholidah TUNJUKKAN TEMPAT: Dasrinah menunjukkan tempat kejadian perkara (TKP) Aji yang gantung diri. Di pohon mangga tersebut, Aji mengakhiri hidupnya. (57t)

TEGAL - Persoalan cinta bisa menjadi pemicu seseorang nekat melakukan perbuatan di luar nalar. Seperti dialami Katimin M Bayu Aji (32), warga Kabupaten Wonogiri. Pukul 05.30 kemarin dia ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon mangga di depan rumah Dasrinah (58), warga Jalan Merpati Gang Kenari RT 03 RW II Randugunting, Tegal Selatan, Kota Tegal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kali pertama Katimin yang akrab dipanggil Aji itu menggantung diri diketahui putra Dasrinah, Sobirin (31). Ketika itu Sobirin baru saja pulang dari jalan pagi. Dia kaget ketika melihat sosok yang menggantung itu adalah tamu adiknya, Ani Ariyati (29). ''Daning Aji nggantung,'' kata dia dengan dialek Tegal.

Dia kemudian memberitahukan warga sekitar termasuk ibunya, Dasrinah. Mayat Aji masih terlihat menggantung dengan menggunakan tali jemuran. Dasrinah menuturkan, sebelum kejadian malam harinya Aji bertamu untuk menemui putrinya, Ani Ariyati. Dia datang sekitar pukul 22.00 dan ditemui Ani di ruang tamu.

Ditolak

Semula, laki-laki itu ingin mengajak putrinya keluar rumah sekadar jalan-jalan. Namun, ajakan tersebut ditolak karena memang sudah larut malam. Menurut Dasrinah, justru putrinya meminta Aji untuk pulang karena sudah malam.

Dasrinah sempat berujar supaya Aji mengerti keadaan Ani yang sudah mempunyai dua anak. Kemudian Aji diam dan berpamitan pada seluruh kerabat Ani yang tinggal di rumah tersebut sekitar pukul 22.30.

Namun, tidak disangka kejadian penolakan terhadap Aji berbuntut meninggalnya laki-laki yang diketahui telah beristri tersebut. Mengenai asal usul perkenalan anak perempuannya dengan korban, ibu lima anak itu menceritakan korban adalah teman seprofesi Ani dan menantunya, Jabidi (39).

Ketiganya bekerja sebagai anggota sebuah grup kuda lumping di Solo. Grup kuda lumping tersebut bubar sejak sepuluh bulan lalu. Rumah tangga Ani dan suaminya Jabidi yang telah berjalan tujuh tahun goyah.

Aji diketahui menaruh hati pada Ani dan hubungan mereka berlanjut hingga Ani tidak keberatan untuk tinggal di Solo, kendati Aji telah diketahui memiliki istri di Margadana Tegal.

Ani baru pulang dari Solo, Minggu lalu (12/6). Kepulangannya ke Tegal dalam rangka mengurus perceraiannya dengan Jabidi dan ingin kembali pada keluarga dan anak-anaknya yang telah lama ditinggal merantau. Aji datang ke rumahnya dua hari kemudian hingga akhirnya tragedi gantung diri itu terjadi.

Korban dibawa ke RSUD Kardinah Tegal untuk divisum. Sementara itu, Kapolsekta Tegal Selatan AKP Kusnadi menjelaskan kejadian itu murni gantung diri. Dia juga menegaskan berdasarkan hasil penyidikan tidak ditemukan adanya tindak kekerasan.(lei-19v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA